Sam Altman Ungkap Elon Musk Ingin Kendalikan OpenAI Sepenuhnya

Sam Altman Ungkap Elon Musk Ingin Kendalikan OpenAI Sepenuhnya
Foto: Ilustrasi Sam Altman Ungkap Elon Musk Ingin Kendalikan OpenAI Sepenuhnya.

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan bahwa Elon Musk sempat bersikeras ingin mengendalikan perusahaan kecerdasan buatan tersebut secara jangka panjang sebelum akhirnya kalah dalam perselisihan hukum. Kesaksian ini disampaikan Altman di hadapan juri federal di Oakland, California, pada hari Selasa, sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip BBC.

Perseteruan ini berakar dari gugatan hukum yang dilayangkan oleh Elon Musk yang menuduh OpenAI telah menyimpang dari kesepakatan awal sebagai lembaga nirlaba. Sebaliknya, Altman menegaskan bahwa bos Tesla tersebut sebenarnya mendukung perubahan OpenAI menjadi entitas bisnis yang berorientasi pada keuntungan demi mendapatkan dana secara lebih cepat.

Dalam persidangan, Altman membeberkan keinginan Musk untuk memegang kendali penuh atas struktur organisasi perusahaan hingga rencana pewarisan kekuasaan.

"Momen yang sangat mengerikan adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya, "Jika Anda memiliki kendali, apa yang terjadi ketika Anda meninggal?" Dia mengatakan sesuatu seperti, "...mungkin itu harus diwariskan kepada anak-anak saya"," ujar Sam Altman, CEO OpenAI.

Ambisi tersebut muncul sejak OpenAI didirikan pada tahun 2015, di mana Musk mengusulkan berbagai skenario untuk memperkuat posisinya. Selain menuntut penambahan kursi di dewan direksi dan jabatan kepala eksekutif, miliarder itu juga menyarankan agar OpenAI dijadikan sebagai anak perusahaan dari perusahaan otomotif miliknya, Tesla.

Menurut Altman, Musk merasa memiliki legitimasi penuh untuk memimpin karena reputasi bisnisnya diklaim mampu mendongkrak nilai dan dukungan finansial bagi perusahaan secara instan melalui popularitasnya.

"Jika saya membuat satu cuitan tentang ini, nilainya akan langsung melonjak," kenang Sam Altman, CEO OpenAI.

Meskipun ada tawaran dana, Altman bersama pendiri lainnya seperti Greg Brockman dan Ilya Sutskever menolak penyerahan kendali tersebut demi menjaga netralitas pengembangan Artificial General Intelligence (AGI).

"Saya sangat tidak nyaman dengan hal itu," kata Sam Altman, CEO OpenAI.

Penolakan para pendiri ini didasari oleh prinsip awal pembentukan organisasi yang menghindari monopoli kekuatan teknologi oleh satu individu saja.

"Salah satu alasan kami memulai OpenAI adalah karena kami tidak berpikir bahwa satu orang pun seharusnya mengendalikan AGI," ungkap Sam Altman, CEO OpenAI.

Akibat kebuntuan negosiasi ini, Musk memilih hengkang dari OpenAI pada awal tahun 2018 serta menghentikan seluruh donasi rutin triwulanan sebesar USD 5 juta. Musk bahkan sempat mengirimkan pesan pesimistis mengenai masa depan perusahaan tanpa keterlibatan dirinya.

"memiliki peluang 0%, bukan 1%, untuk sukses" kata Sam Altman, CEO OpenAI menirukan email dari Musk.

Hubungan kedua pihak semakin menjauh ketika Musk menolak tawaran investasi yang diajukan oleh Altman saat OpenAI mendirikan anak perusahaan komersial pada tahun 2019.

"Dia mengatakan tidak karena dia tidak akan lagi berinvestasi di perusahaan rintisan mana pun yang tidak dia kendalikan," tandas Sam Altman, CEO OpenAI.

Artikel terkait

Rekomendasi