PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) resmi masuk dalam daftar pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil otoritas bursa menyusul adanya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Pihak bursa melalui P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, mengumumkan pemantauan terhadap emiten pengelola gerai kopi ini. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Peng-UMA-00143/BEI.WAS/05-2026 yang diterbitkan pada Senin, 11 Mei 2026.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham FORE yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity," ujar Febri dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip dari Market.
Meski masuk dalam pemantauan, BEI menegaskan bahwa status UMA ini tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal. Saat ini, Bursa sedang mencermati pola transaksi saham FORE secara intensif.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham FORE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," lanjutnya.
Investor dihimbau untuk terus memperhatikan jawaban manajemen perusahaan atas permintaan konfirmasi yang diajukan Bursa. Selain itu, para pelaku pasar diminta mencermati kinerja perusahaan serta keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten.
BEI juga menyarankan investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi FORE, terutama jika belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Segala kemungkinan risiko di masa depan harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.
Berdasarkan data RTI Business, saham FORE ditutup pada level Rp1.025 per saham pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 1,49 persen atau 15 poin dalam satu hari perdagangan.
Jika ditarik dalam periode satu pekan, saham emiten ini telah tumbuh sebesar 7,33 persen. Lonjakan paling signifikan terlihat sepanjang tahun berjalan 2026, di mana harga saham FORE telah melejit hingga 83,04 persen dengan PER berada di posisi 242,31 kali.
Di balik pergerakan sahamnya, FORE mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 60,5 persen secara tahunan pada kuartal I/2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp9,4 miliar, naik signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan yang melesat 52,4 persen menjadi Rp444 miliar. Selain itu, EBITDA perusahaan juga meningkat 66,7 persen ke angka Rp81,1 miliar dengan margin yang melebar menjadi 18,3 persen.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari efektivitas ekspansi dan peningkatan skala usaha. Perusahaan mampu menjaga basis pelanggan meski konsumsi cenderung melambat selama periode Ramadan.
"Hasil kuartal I/2026 kami mencerminkan konsistensi pendekatan kami dalam menjaga keunggulan operasional, tidak pernah berkompromi terhadap kualitas produk, dan sangat cermat dalam mengalokasikan modal," kata Vico.
Hingga akhir Maret 2026, total gerai aktif FORE telah mencapai 338 unit, atau tumbuh 35 persen dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 40 persen dari 20 gerai baru yang dibuka sepanjang awal tahun ini berlokasi di kota tier 2 dan tier 3.
Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, menambahkan bahwa perusahaan tetap menunjukkan ketahanan meski menghadapi dinamika geopolitik global. Lingkungan operasional yang sulit diprediksi berhasil diatasi melalui strategi yang disiplin.
"Pada kuartal ini, FORE menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Tidak hanya periode kuartal yang lebih pendek akibat libur panjang, namun dinamika geopolitik global yang terus berkembang serta konflik yang masih berlangsung membuat lingkungan operasional menjadi sangat sulit diprediksi," ujar Wilson.
Selain bisnis kopi, lini usaha Fore Donut mulai menunjukkan akselerasi dengan penambahan lima gerai baru. Perusahaan kini menargetkan ekspansi lebih luas ke area bandara serta kota-kota besar seperti Bandung dan Surabaya.