Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merosot tajam sebesar 8,02 persen ke level Rp1.205 pada sesi I perdagangan Senin (11/5/2026) di tengah pengawasan ketat Bursa Efek Indonesia. Penurunan signifikan emiten sektor energi milik Grup Sinar Mas ini terjadi setelah otoritas bursa menetapkan status Unusual Market Activity dan High Shareholding Concentration pada saham tersebut.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 136,8 juta saham DSSA berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp167,62 miliar melalui 13.919 kali frekuensi. Meskipun mengalami koreksi dalam, aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat adanya aksi beli bersih (net buy) oleh investor senilai Rp65,8 miliar pada periode yang sama.
Bursa Efek Indonesia sebelumnya telah menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap DSSA karena adanya penurunan harga yang dinilai di luar kebiasaan. Otoritas kini tengah memantau secara intensif pola transaksi saham yang dikendalikan oleh PT Sinar Mas Tunggal tersebut.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia.
Pihak bursa juga mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap segala keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen perseroan. Investor diminta untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi pada saham yang sedang dalam pantauan khusus ini.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia.
Penurunan harga ini merupakan kelanjutan dari tren negatif sejak akhir April 2026, di mana DSSA menjadi emiten dengan penurunan harga terdalam (top loser). Selama bulan April, harga saham menyusut 38,83 persen dari posisi Rp2.640 menjadi Rp1.615 per lembar.
| Peringkat | Nama Emiten (Kode) | Penurunan (%) |
|---|---|---|
| 1 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | -38,83% |
| 2 | PT Remala Abadi Tbk (DATA) | -31,56% |
| 3 | PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) | -29,37% |
| 4 | PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) | -29,28% |
| 5 | PT Tunas Alfin Tbk (TALF) | -25,41% |
| 6 | PT MD Entertainment Tbk (FILM) | -22,48% |
| 7 | PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) | -22,15% |
| 8 | PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) | -21,71% |
| 9 | PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) | -21,43% |
| 10 | PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) | -20,95% |
| 11 | PT Penta Valent Tbk (PEVE) | -19,35% |
| 12 | PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) | -19,20% |
| 13 | PT Steady Safe Tbk (SAFE) | -19% |
| 14 | PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) | -18,71% |
| 15 | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) | -18,70% |
| 16 | PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) | -18,52% |
| 17 | PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) | -18,42% |
| 18 | PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) | -18,02% |
| 19 | PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) | -17,91% |
| 20 | PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) | -16,67% |
Tekanan jual diprediksi masih akan berlanjut mengingat adanya rencana penghapusan sekuritas oleh MSCI bagi saham-saham yang teridentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC). Saat ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan jual dengan target support berikutnya berada di level 1.170.