Saham BSA Logistics Melonjak Hingga 307 Persen Usai IPO

Saham BSA Logistics Melonjak Hingga 307 Persen Usai IPO
Foto: Ilustrasi Saham BSA Logistics Melonjak Hingga 307 Persen Usai IPO.

Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) membukukan lonjakan signifikan mencapai 307,74 persen dalam sepekan terakhir sejak mencatatkan saham perdana pada 10 April 2026 di Bursa Efek Indonesia. Dilansir dari Investortrust, emiten baru tersebut bahkan sukses mencetak auto rejection atas sebanyak tujuh kali berturut-turut.

Pada perdagangan perdana, WBSA langsung melesat 56 poin atau 34,52 persen ke level Rp226 per saham karena kelebihan pemesanan yang mencapai 386,86 kali. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp168 per saham hingga meraup dana Rp302,4 Kelompok dana tersebut akan dialokasikan untuk ekspansi, akuisisi perusahaan angkutan laut, serta belanja modal operasional.

Pergerakan agresif pada pasar sekunder ini dinilai dipicu oleh tingginya permintaan, tingkat free float yang terbatas, serta sentimen positif terhadap sektor logistik. Pengamat pasar modal Elandry Pratama memberikan pandangannya mengenai ketahanan tren penguatan tajam saham tersebut.

"Namun demikian, secara analis kami menilai bahwa pergerakan ini cenderung tidak sustainable dalam jangka pendek," ujarnya Elandry Pratama, Pengamat Pasar Modal.

Elandry menambahkan bahwa kenaikan instan ini berisiko membuat valuasi WBSA melewati batas wajar dibandingkan dengan fundamental internal maupun kompetitor di sektor yang sama. Fase ini biasanya rawan diikuti oleh konsolidasi atau koreksi akibat aksi ambil untung oleh para investor awal.

"Dengan struktur likuiditas yang masih terbentuk, pergerakan saham WBSA cenderung memiliki volatilitas tinggi dan sangat sensitif terhadap perubahan demand jangka pendek," jelas Elandry Pratama, Pengamat Pasar Modal.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat (17/4/2026), harga saham WBSA tercatat kembali menguat sebesar 24,55 persen mendarat pada level Rp685 per lembar saham.

Artikel terkait

Rekomendasi