Anggota Tim Pengawas Haji DPR Saan Mustopa mengingatkan jemaah haji Indonesia di Sektor 9, Kawasan Misfalah, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat lalu agar mengedepankan solidaritas dan menjaga ketertiban selama berada di pemondokan.
Himbauan tersebut disampaikan demi menjaga kenyamanan bersama, terutama bagi jemaah lanjut usia dan jemaah yang sedang sakit, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah penegasan ini dilakukan setelah munculnya keluhan mengenai aktivitas merokok sebagian jemaah di dalam pemondokan yang memicu alarm berdering sehingga mengganggu penghuni lain.
Saan Mustopa yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR meminta para jemaah untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar selama berada di Tanah Suci.
"Nah, ketika alarm hotel bunyi kan kaget kan? 'Ada apa nih?' Nah, akhirnya jemaah yang punya penyakit jantung, yang lansia kadang kaget, bisa-bisa jantungnya kumat. Makanya saling menjaga ketertiban di antara kita itu penting," ujar Saan.
Aktivitas merokok disarankan untuk dialihkan ke luar hotel atau di area jalan sekitar pemondokan agar tidak mengganggu ketenangan jemaah lain.
Selain ketertiban, stamina dan kesehatan fisik juga menjadi sorotan penting karena para jemaah dijadwalkan mulai bergerak ke Padang Arafah pada Senin ini untuk melaksanakan ibadah wukuf di tengah cuaca ekstrem.
"Lebih panas dibandingkan dengan di Karawang. Apalagi di daerah saya (Karawang) kan dekat pantai, pinggir sawah, panas tapi tidak sepanas yang di sini kan gitu. Tapi ini juga bagian dari ujian kita dalam menjalankan ibadah. Di tengah suasana yang terik, ibadah kita tetap fokus," tandas Saan.
Di sisi lain, perbaikan aspek pelayanan oleh Kementerian Haji dan Umrah pada musim haji tahun 1447 Hijriyah atau 2026 ini turut diapresiasi karena dinilai lebih baik daripada tahun lalu.
Wakil Ketua Partai NasDem tersebut memberikan contoh kemudahan koordinasi, seperti pembagian kartu Nusuk yang sudah diselesaikan di Indonesia serta hilangnya kasus pemisahan tempat menginap bagi pasangan suami-istri.
"Nah, sekarang Alhamdulillah menjadi lebih baik. Tapi tentu terkait dengan persiapan dan kesiapan ini terus kita perbaiki supaya tadi menjadi lebih sempurna," pungkas Saan.