Rupiah Melemah ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Intip Kurs Terbaru 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Intip Kurs Terbaru 2026
Foto: Rupiah Melemah ke Rp17.844 per Dolar AS Pagi Ini, Intip Kurs Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pada Senin (1/6) pagi dengan tren negatif. Mata uang Garuda tercatat berada di posisi Rp17.844 per dolar AS.

Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 37 poin atau setara 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi lesu ini ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga merata di pasar Asia.

Hampir seluruh mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea Selatan memimpin pelemahan paling dalam, sementara yen Jepang dan baht Thailand juga ikut terkoreksi.

Berikut adalah rincian pergerakan sejumlah mata uang Asia pada pembukaan perdagangan pagi ini:

  • Yen Jepang: Melemah 0,14 persen.
  • Baht Thailand: Terkoreksi 0,17 persen.
  • Won Korea Selatan: Merosot tajam 0,71 persen.
  • Peso Filipina: Melemah 0,18 persen.
  • Dolar Singapura: Turun 0,11 persen.

Selain daftar di atas, yuan China dan dolar Hong Kong juga mencatatkan sedikit pelemahan. Fenomena ini menunjukkan dominasi dolar AS yang sedang menguat terhadap mata uang regional.

Sentimen Global dan Domestik yang Membayangi

Kondisi serupa terjadi pada jajaran mata uang utama negara maju yang kompak memerah. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dan franc Swiss semuanya gagal mengungguli kekuatan dolar AS saat ini.

Lukman Leong, Analis Mata Uang dari Doo Financial Futures, menilai bahwa rupiah sedang berada dalam fase konsolidasi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor eksternal utama yang memengaruhi pasar.

Para investor saat ini cenderung mengambil sikap wait and see atau menunggu kepastian terkait kesepakatan kedua negara tersebut. Hal ini menyebabkan aliran modal bergerak lebih hati-hati.

Dari sisi domestik, pasar sedang menantikan rilis data ekonomi penting yang dijadwalkan besok. Data inflasi dan neraca perdagangan akan menjadi indikator krusial bagi pergerakan rupiah selanjutnya.

Prediksi rentang pergerakan rupiah menurut analis untuk hari ini:

Indikator Nilai Prediksi
Batas Bawah (Support) Rp17.750 per dolar AS
Batas Atas (Resistance) Rp17.800 per dolar AS

Meskipun tekanan cukup besar, Lukman menyebut adanya potensi dukungan dari penurunan harga minyak dunia. Faktor ini diharapkan dapat membantu menahan kejatuhan rupiah lebih dalam.

Upaya Bank Indonesia Menjaga Stabilitas

Tekanan terhadap nilai tukar sebenarnya sudah mulai terasa sejak periode libur panjang Iduladha 2026 yang lalu. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa ketidakpastian global di Timur Tengah menjadi pemicu utama.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa faktor musiman juga turut berperan. Kebutuhan valuta asing di dalam negeri sedang meningkat pesat saat ini.

Peningkatan kebutuhan valas tersebut biasanya digunakan untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) serta repatriasi dividen perusahaan. Di sisi lain, pasokan dolar yang masuk ke pasar masih cenderung terbatas.

Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap waspada di pasar keuangan. BI melakukan intervensi melalui berbagai instrumen guna memastikan volatilitas rupiah tetap terjaga.

Langkah intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan rasa aman bagi pelaku ekonomi. BI berjanji akan selalu hadir memantau perkembangan pasar demi stabilitas nilai tukar nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi