Sebanyak 23 korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) menjalani rawat inap di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026). Insiden tragis tersebut sebelumnya terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB.
Dilansir dari Megapolitan, data pasien yang dirawat telah menyusut dari total 54 orang yang masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak malam kejadian. Penurunan jumlah pasien ini terjadi setelah pihak rumah sakit mengizinkan sebagian besar korban pulang usai menjalani observasi selama satu hari.
Wakil Direktur Utama Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman menjelaskan pembagian kategori luka dari pasien yang tersisa. Mayoritas pasien luka berat mengalami benturan keras pada bagian kepala, sementara kategori luka sedang meliputi cedera patah tulang pada ekstremitas.
"Kita saat ini merawat 23 pasien ya. Kemudian yang luka berat itu 17 pasien. Sisanya luka sedang," ujar Sudirman.
Pihak medis saat ini memfokuskan penanganan pada 15 pasien luka berat yang memerlukan tindakan operasi lanjutan. Pada hari Selasa, tim dokter spesialis telah berhasil menyelesaikan tindakan operasi terhadap lima pasien di rumah sakit tersebut.
"Sisanya yang luka sedang itu rata-rata patah tulang, di bagian kaki, tangan, begitu," ucap Sudirman.
Sepuluh pasien lainnya dijadwalkan masuk ke meja operasi pada Rabu (29/4/2026) esok hari. Penundaan ini dilakukan guna memastikan kondisi klinis pasien serta menunggu hasil penegakan diagnosis melalui pemeriksaan pemindaian medis secara menyeluruh.
"Rata-rata iya, luka berat itu operasi. Paling hanya satu atau dua yang enggak memerlukan operasi, kurang lebih berarti segitu (15 yang memerlukan operasi)," kata Sudirman.
Manajemen RSUD Kota Bekasi memperkirakan durasi perawatan di rumah sakit akan sangat bergantung pada tingkat keparahan cedera masing-masing individu. Pasien pasca-operasi luka berat kemungkinan membutuhkan waktu pemulihan di bangsal perawatan selama satu minggu.
"Hari ini kita mengoperasi itu sekitar lima korban. Iya, yang luka berat. Ya, sisanya besok lah, sambil ada yang masih diobservasi juga sipaya diagnosanya benar-benar tegak, dari CT Scan dan rontgent-nya," ucapnya.
Kecelakaan ini melibatkan KRL nomor PLB 5568A jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi di KM 28+920. Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
"Yang luka misalnya tadi luka berat, operasi, itu mungkin bisa sekitar lima hari sampai satu minggu ya, kalau luka sedang biasanya tiga sampai empat hari," kata Sudirman.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi, termasuk RS Bella, RS Primaya, hingga RS Siloam Bekasi Timur. Sementara itu, 240 penumpang yang berada di dalam KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa cedera.