PT Matahari Department Store Tbk secara resmi mengumumkan perubahan nama identitas perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. Keputusan ini menandai babak baru bagi emiten ritel berkode saham LPPF tersebut setelah mendapat dukungan mayoritas pemegang saham.
Perubahan nama ini didasari oleh revisi Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan mengenai nama perusahaan sebagaimana dilaporkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 20 April 2026. Sebanyak 1.588.241.118 lembar saham atau setara 93,181 persen suara yang hadir dalam rapat memberikan persetujuan atas usulan tersebut.
Risalah rapat menegaskan bahwa pergantian identitas ini telah sah secara hukum perusahaan. Melalui dokumen tersebut, pengelola memastikan transformasi nama dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk telah disepakati oleh para pemangku kepentingan utama.
"Menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk," tulis ringkasan risalah RUPSLB LPPF dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/4/2026).
Berdasarkan sejarah perusahaan yang dilansir dari Detik Finance, peritel ini pertama kali didirikan oleh Hari Darmawan pada 24 Oktober 1958 dengan gerai perdana berlokasi di Jakarta. Setelah pendirinya wafat pada 10 Maret 2018, kepemilikan dan struktur manajemen perusahaan terus mengalami evolusi seiring perkembangan pasar modal Indonesia.
Ekspansi besar dimulai pada 1986 dengan berdirinya PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) yang kemudian melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya melalui IPO tahun 1992. Struktur bisnis kemudian berubah pada 2009 saat divisi departement store diakuisisi oleh PT Pacific Utama Tbk dan mulai beroperasi independen dengan kode saham LPPF.
Investasi asing mulai masuk secara signifikan pada 2010 melalui akuisisi oleh PT Meadow Indonesia yang merupakan anak usaha Asia Color Company Limited di bawah CVC Asia Fund III. Proses integrasi bisnis tersebut kemudian dinyatakan selesai sepenuhnya pada tahun 2011 melalui mekanisme merger.
Perubahan pengendali terakhir terjadi pada periode 2020 hingga 2021 ketika Auric Capital mengambil alih posisi strategis di perusahaan. Melalui Greater Universal Ltd, Grup Auric secara resmi ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali perseroan hingga saat ini.