Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran kepala negara bertujuan untuk merespons langsung berbagai tuntutan dan aspirasi yang disampaikan oleh massa buruh.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, memberikan konfirmasi mengenai rencana kehadiran Presiden dalam konferensi pers di kantornya pada Rabu (29/4/2026). Berita ini sebagaimana dilansir dari Nasional, yang mencatat kesiapan pemerintah dalam menyambut hari besar bagi para pekerja tersebut.
"Presiden Prabowo insyaallah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional Jakarta," kata M Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Qodari menegaskan bahwa langkah ini merupakan simbol bahwa posisi pemerintah saat ini adalah mitra bagi para pekerja. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum serta memastikan ketersediaan lapangan kerja tetap terjaga bagi masyarakat luas.
"Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan pekerja atau buruh, melainkan berdiri bersama pekerja dan buruh. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja," ujar Qodari.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga mengonfirmasi kehadirannya di lokasi yang sama. Dudung menyatakan niatnya untuk memantau situasi lapangan sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang selama aksi berlangsung.
"Tentunya saya juga nanti akan hadir dan saya akan melihat dan mendengar bagaimana aspirasi dari buruh," ujar Dudung, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama peringatan tersebut. Ia meyakini bahwa proses penyampaian pendapat akan tetap mengedepankan nilai-nilai persatuan bangsa dan moralitas yang tinggi.
"Saya yakin Bapak Presiden pun akan merespons apa yang nanti akan disampaikan. Saya yakin bahwa rakyat Indonesia ini menjunjung tinggi moralitas, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa," ujar Dudung.