Raja Inggris Charles III melontarkan serangkaian candaan tajam yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih pada Kamis, 30 April 2026. Momentum ini terjadi di tengah perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat yang berlangsung dalam suasana santai.
Aksi jenaka sang Raja tersebut dinilai menyerupai teknik roasting dalam komedi modern untuk mencairkan suasana formal. Sebagaimana dilansir dari Suara, para tamu undangan beserta Donald Trump menyambut humor tersebut dengan tawa lepas karena penggunaan diksi yang relevan dengan latar belakang sang presiden.
Raja Charles III mengawali sindirannya dengan menyinggung peristiwa sejarah tahun 1814 saat pasukan Inggris membakar Gedung Putih. Ia menghubungkan insiden tersebut dengan profesi lama Trump sebagai pengusaha properti melalui istilah pembangunan ulang.
"Saya harus mengakui, Inggris pernah melakukan sedikit proyek pembangunan ulang properti di Gedung Putih pada 1814," ujar Charles, Raja Inggris.
Setelah melontarkan candaan mengenai properti, Raja Inggris tersebut memberikan respons terhadap pernyataan Trump sebelumnya mengenai sejarah perang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan atas klaim peran Amerika Serikat di wilayah Eropa pada masa lampau.
"Jika bukan karena Amerika Serikat, Eropa akan berbicara bahasa Jerman," kata Charles mengutip pernyataan Trump.
Pernyataan tersebut kemudian diikuti dengan bantahan jenaka oleh Raja Charles III untuk menutup poin pembicaraannya dalam jamuan tersebut. Penggunaan teknik pernyataan yang dikecilkan atau understatement menjadi kunci keberhasilan punchline sang Raja di hadapan para pejabat negara.