Raja Charles III memberikan balasan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait sejarah penggunaan bahasa dalam jamuan makan malam kenegaraan pada Selasa (28/4/2026). Respons diplomatik ini muncul setelah Trump melontarkan komentar mengenai pengaruh Amerika Serikat terhadap bahasa di negara-negara Eropa.
Dilansir dari Kompas, sang monarki Inggris tersebut melontarkan klaim sejarah mengenai pengaruh Inggris terhadap bahasa yang digunakan penduduk Amerika Serikat saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk pembelaan atas peran Inggris di masa lampau dalam dinamika global.
Raja Charles III memberikan argumen bahwa tanpa intervensi Inggris, penduduk Amerika Serikat kemungkinan besar akan menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utama mereka.
"Baru-baru ini Anda berkomentar, Tuan Presiden, bahwa jika bukan karena Amerika Serikat, negara-negara Eropa akan berbicara bahasa Jerman. Berani saya katakan bahwa, jika bukan karena kami, Anda akan berbicara bahasa Prancis," kata Charles, Raja Inggris.
Komentar tersebut merujuk pada pernyataan sebelumnya dari Donald Trump yang mengklaim peran krusial Amerika Serikat dalam menjaga kedaulatan bahasa di Eropa. Interaksi ini terjadi di tengah rangkaian agenda resmi pertemuan kenegaraan kedua tokoh dunia tersebut.