Pemerintah Bangun Water Taxi Senilai Rp 1,21 Triliun di Bali

Pemerintah Bangun Water Taxi Senilai Rp 1,21 Triliun di Bali
Foto: Ilustrasi Pemerintah Bangun Water Taxi Senilai Rp 1,21 Triliun di Bali.

Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan moda transportasi laut berupa taksi air atau water taxi yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu, Bali, mulai hari Minggu (19/4/2026). Proyek ini ditargetkan menjadi solusi mobilitas yang lebih cepat bagi wisatawan di tengah kepadatan jalur darat.

Dilansir dari Detik Finance, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan yang meliputi aspek teknis hingga dampak lingkungan. Hasil kajian menetapkan lintasan Sekeh menuju Berawa, Canggu, sebagai rute prioritas pembangunan tahap awal.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan lapangan, perjalanan darat dari bandara ke Canggu saat ini memakan waktu hingga dua jam.

"Dengan kehadiran water taxi, waktu tempuh tersebut diproyeksikan dapat dipangkas menjadi maksimal 30 menit, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus meningkatkan daya saing destinasi," kata Heru Widodo.

Saat ini, manajemen ASDP sedang fokus pada penyelesaian Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan berbagai regulasi perizinan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyebutkan seluruh tahapan administratif tersebut diharapkan tuntas pada tahun 2026.

"ASDP pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan konektivitas transportasi yang terintegrasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil di lapangan," kata Windy Andale.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan rincian terkait besaran anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan infrastruktur transportasi air tersebut. Dalam pertemuan dengan legislatif di Jakarta Pusat pada Rabu (8/4), ia menyebut Canggu merupakan salah satu titik magnet kunjungan turis mancanegara.

"Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara di Bali. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun," jelas Dudy Purwagandhi.

Guna mengantisipasi kondisi perairan yang ekstrem, pemerintah akan membangun struktur penahan gelombang atau breakwater di beberapa lokasi kunci. Fasilitas keamanan ini akan diprioritaskan pada kawasan Pantai Sekeh dan Pantai Berawa.

"Langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari penyelesaian studi hingga penyusunan desain teknis, agar implementasi proyek ini tepat waktu," kata Dudy Purwagandhi.

Artikel terkait

Rekomendasi