Masinis KAI Ungkap Prosedur Keselamatan dan Amanah Penumpang

Masinis KAI Ungkap Prosedur Keselamatan dan Amanah Penumpang
Foto: Ilustrasi Masinis KAI Ungkap Prosedur Keselamatan dan Amanah Penumpang.

Septian Widi Subekti, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang Daop 1 Jakarta, memaparkan tanggung jawab besar profesinya dalam menjaga keselamatan ratusan penumpang kereta api setiap harinya. Penjelasan tersebut disampaikan dalam program khusus sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Rabu (29/4/2026).

Kapasitas satu rangkaian kereta yang terdiri atas 8 hingga 12 gerbong mampu mengangkut sekitar 200 hingga 300 orang per rangkaian. Dalam sekali perjalanan, seorang masinis memikul tanggung jawab atas ratusan hingga hampir seribu nyawa penumpang yang menggunakan jasa transportasi rel tersebut.

Pengoperasian kereta api menuntut standar tinggi karena menyangkut amanah para pelanggan yang harus sampai ke tujuan dengan selamat. Widi menekankan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama sejak awal hingga akhir perjalanan operasional.

"Masinis itu bukan sembarang profesi, karena ada kebanggaan tersendiri karena bawa amanah pelanggan sampai tujuan," ujar Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Ketertarikan Widi terhadap dunia kereta api bermula dari kegemarannya melihat kereta melintas sejak kecil. Pengalaman berinteraksi dengan masinis di masa lalu memicu keinginannya untuk menduduki posisi di balik kemudi lokomotif.

"Jadi zaman kecil sering nonton kereta dan disapa masinis. Dan sekarang saya ada di balik kemudi itu," kata Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Untuk menjadi masinis, Widi harus melewati seleksi ketat pada 2015 yang mencakup tes kesehatan fisik, psikotes, hingga wawancara. Calon masinis wajib memiliki kondisi fisik prima agar dapat menjalankan tugas dengan tingkat fokus yang tinggi.

"Kesehatannya itu harus grade A," katanya Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Sebelum berdinas, masinis wajib melapor ke penyelia dan menjalani asesmen pra-dinas guna memastikan kondisi fisik serta mental. Selain itu, pemeriksaan sarana di depo lokomotif atau stasiun tetap dilakukan meski pengecekan teknis sebelumnya sudah dilaksanakan oleh petugas terkait.

SOP ketat juga berlaku saat terjadi situasi darurat di jalur rel, di mana masinis harus segera menghentikan kereta dan melapor ke pusat kendali. Kewaspadaan publik di perlintasan sebidang juga dinilai krusial karena satu kelalaian kecil dapat mengganggu kelancaran serta keselamatan perjalanan.

"Ketika mau melintas di pelintasan sebidang harus lebih fokus," kata Widi, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang.

Artikel terkait

Rekomendasi