Pria Medan Alami Pengangkatan Bola Mata Akibat Kanker Stadium Tiga

Pria Medan Alami Pengangkatan Bola Mata Akibat Kanker Stadium Tiga
Foto: Ilustrasi Pria Medan Alami Pengangkatan Bola Mata Akibat Kanker Stadium Tiga.

Rizki Nurdiansyah (26), seorang pria asal Medan, Sumatera Utara, terpaksa menjalani prosedur pengangkatan satu bola mata pada tahun 2024 setelah berjuang melawan kanker mata stadium tiga. Kondisi medis ini viral melalui unggahan media sosial pada Minggu (12/4/2026) yang merinci perjalanan pengobatannya selama empat tahun terakhir.

Dilansir dari Detik Health, pasien didiagnosis menderita tumor ganas di belakang bola mata sejak tahun 2022. Selama masa perawatan, Rizki telah melewati enam kali kemoterapi, 36 kali radiasi dosis penuh, serta empat kali tindakan operasi untuk menangani sel kanker tersebut.

Gejala awal yang dirasakan pasien dimulai dengan munculnya kemerahan pada kedua mata disertai gangguan penglihatan yang samar dan menghitam. Rasa nyeri hebat yang datang tidak terduga seringkali membuat pasien kehilangan kemampuan untuk beraktivitas secara normal.

Pada pemeriksaan awal di klinik mata, dokter sempat menduga kondisi tersebut dipicu oleh infeksi bakteri atau dampak radiasi ponsel. Faktor gaya hidup seperti konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya waktu istirahat juga menjadi perhatian dalam evaluasi medis awal sebelum diagnosis tumor tegak.

Keputusan untuk mengangkat bola mata diambil tim medis pada tahun 2024 sebagai langkah penanganan kanker yang telah mencapai stadium lanjut. Pasien juga harus menjalani operasi tambahan untuk menutup jahitan yang sempat terlepas pasca-prosedur pengangkatan organ tersebut.

"Karena namanya kanker dan harus diangkat, bola matanya dan dokternya ngomong nggak boleh pakai bola mata palsu dan harus di tutup," kata Rizki Nurdiansyah, penyintas kanker mata.

Meskipun sempat mengalami tekanan mental akibat kehilangan organ penglihatan, Rizki menyatakan tetap mendapatkan dukungan moral dari pihak keluarga. Saat ini, fokus utama pasien adalah pemulihan agar dapat kembali bekerja setelah melewati serangkaian prosedur biopsi dan radiasi yang panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi