Seorang pemuda asal Medan bernama Rizki Nurdiansyah (26) terpaksa kehilangan bola mata kanannya melalui prosedur operasi setelah berjuang melawan kanker mata stadium tiga selama empat tahun hingga Minggu (12/4/2026).
Kisah perjuangan medis ini viral di media sosial setelah Rizki membagikan pengalamannya menjalani enam kali kemoterapi, 36 kali radiasi dosis penuh, serta empat kali prosedur operasi akibat tumor ganas di belakang bola mata.
Dilansir dari Detik Health, kondisi kesehatan pria tersebut mulai memburuk sejak tahun 2022 saat dirinya masih bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan gejala awal berupa mata merah yang terus-menerus.
Pemeriksaan awal di sebuah klinik Malaysia sempat menduga adanya infeksi bakteri, di mana dokter menyarankan Rizki untuk mengurangi kebiasaan bermain ponsel di ruangan gelap serta membatasi konsumsi makanan cepat saji.
Gejala tersebut berkembang menjadi rasa nyeri hebat dan gangguan sinkronisasi gerakan antara mata kanan dan kiri pada minggu ketiga setelah pengobatan awal, sebelum akhirnya penglihatannya hilang total.
Rizki baru dapat kembali ke Medan pada Oktober 2022 akibat kendala penguncian wilayah pandemi, dan segera melakukan pemeriksaan CT Scan yang menunjukkan adanya tumor di belakang bola mata serta gangguan saraf kepala.
Berdasarkan hasil rujukan di salah satu rumah sakit besar di Medan, tim medis memutuskan untuk melakukan pengangkatan bola mata guna mencegah penyebaran sel kanker ke otak atau ke area mata lainnya.
"Di situ aku sudah nangis senangisnya, tapi kalau nggak diangkat bakalan menyebar nanti kankernya ke otak atau mata lagi satu," ujar Rizki Nurdiansyah, penyintas kanker mata.
Pascaoperasi pengangkatan tersebut, dokter menyatakan kondisi Rizki kini telah bersih dari sel kanker, meskipun ia masih harus menjalani pemulihan untuk memperbaiki jahitan pada area matanya.
Saat ini, Rizki berupaya menjaga kondisi mentalnya agar tetap stabil dan fokus pada proses pemulihan fisik supaya dapat segera kembali beraktivitas serta bekerja seperti sedia kala.