Chairman dan CEO Voyager Technologies Dylan Taylor memprediksi keberadaan pangkalan manusia di Bulan akan mulai terwujud pada akhir dekade 2020-an melalui penyediaan habitat khusus. Proyeksi ini mencakup aktivitas tinggal hingga bekerja di satelit alami Bumi tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Sabtu (2/5/2026).
Taylor menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal akan melibatkan infrastruktur dasar untuk mendukung eksistensi manusia di sana. Pihaknya meyakini bahwa sistem pendukung kehidupan menjadi elemen krusial dalam realisasi pangkalan luar angkasa tersebut dalam beberapa tahun mendatang.
"Kita akan menempatkan manusia di Bulan pada akhir tahun 2020-an, dan kita akan memiliki semacam pangkalan di sana, kemungkinan berupa habitat tiup (inflatable) yang dilengkapi dengan sistem penyokong kehidupan," kata Dylan Taylor, Chairman dan CEO Voyager Technologies.
Visi jangka panjang pengembangan ini mencakup visualisasi aktivitas manusia yang dapat terlihat dari kejauhan. Taylor menggambarkan transformasi tersebut akan terasa nyata bagi penduduk di Bumi dalam kurun waktu satu dekade ke depan.
"Memasuki era 2030-an, seperti tahun 2032 atau 2033, Anda akan bisa duduk di teras rumah di utara New York sambil menatap Bulan dan akan terlihat cahaya lampu di sana, karena sudah ada manusia yang tinggal dan bekerja di bulan," cetus Taylor.
Gairah industri antariksa saat ini didorong oleh pertumbuhan investasi dan rencana besar berbagai perusahaan teknologi seperti SpaceX dan Blue Origin. Kondisi tersebut didukung oleh potensi kucuran dana pemerintah Amerika Serikat melalui Angkatan Antariksa dan peningkatan anggaran pertahanan.
"Sektor antariksa belum pernah semenarik ini," kata Taylor.
Voyager Technologies sendiri telah melantai di bursa saham sejak tahun lalu dan tengah fokus pada proyek Starlab. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pengganti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang direncanakan selesai beroperasi pada 2030.
Momentum eksplorasi ini juga mendapat sorotan dari mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pasca misi Artemis II. Trudeau menekankan bahwa pencapaian mengirimkan warga Kanada mengelilingi Bulan merupakan langkah monumental bagi antusiasme publik terhadap sains.
"Saat kita mulai mendarat di Bulan, saat kita mulai menjangkau Mars, hal-hal seperti inilah yang akan membuat orang-orang terus merasa antusias," sebut Trudeau.
Pertumbuhan ekonomi di Orbit Bumi Rendah (LEO) tercatat mengalami lonjakan signifikan dengan nilai investasi menembus USD 45 miliar pada 2025. Taylor kini membidik potensi operasional pusat data di ruang angkasa dalam lima tahun ke depan untuk memperluas infrastruktur digital di luar atmosfer.