Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan pengaktifan seluruh pompa air guna mempercepat penanganan genangan yang merendam ratusan titik di Ibu Kota pada Selasa (5/5/2026). Langkah tersebut diklaim efektif membuat banjir surut dalam waktu relatif singkat setelah hujan deras melanda.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebagaimana dilansir dari Megapolitan, menunjukkan sebanyak 115 RT dan empat ruas jalan tergenang air. Dampak cuaca ekstrem ini tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur sejak Senin (4/5/2026).
Pramono Anung menjelaskan bahwa operasional pompa menjadi kunci utama dalam mengalirkan genangan air kembali ke saluran pembuangan. Pengaktifan fasilitas ini dilakukan segera setelah intensitas hujan mulai meningkat secara signifikan.
"Jadi ketika banjir terjadi, saya sudah langsung memerintahkan untuk semua pompa diaktifkan. Ketika banjir ataupun hujan dari jam 18.00 WIB sampai sekitar jam 20.00 WIB, relatif 3-4 jam kemudian banjirnya kan sudah mulai surut," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Faktor utama kembalinya banjir di beberapa titik Ibu Kota diidentifikasi berasal dari tingginya volume air yang jatuh dalam durasi waktu yang berdekatan. Salah satu titik terdampak adalah Jalan Outer Ring Road, Kembangan, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 60 sentimeter.
"Kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama karena curah hujannya tinggi," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Selain optimalisasi pompa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggencarkan normalisasi aliran sungai melalui pengerukan sedimen secara masif. Fokus pengerukan saat ini menyasar beberapa lokasi strategis seperti Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan.
Penumpukan sampah pada saluran drainase juga menjadi sorotan tajam karena dianggap memperburuk penyumbatan aliran air. Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan meskipun saat cuaca cerah.
"Saya juga berharap betul bahwa jangan kemudian ketika enggak ada hujan dua minggu, orang (buang sampah sembarangan), sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Hingga saat ini, upaya pembersihan saluran dan pengerukan terus berlanjut sebagai langkah antisipasi jangka panjang menghadapi cuaca buruk. BPBD DKI Jakarta tetap melakukan pemantauan intensif pada wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan genangan.