Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan memperbaiki fasilitas seluruh sekolah dan menyediakan layar digital interaktif mutakhir di setiap ruang kelas. Target ini disampaikan dalam agenda Panen Raya Jagung dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026), dilansir dari Nasional.
Pemerataan akses ilmu pengetahuan menjadi alasan utama di balik langkah pembenahan infrastruktur pendidikan tersebut. Pemerintah berupaya menghapus ketimpangan kualitas belajar yang selama ini terjadi antara anak-anak di wilayah pedesaan dan perkotaan.
"Semua sekolah akan kita perbaiki dan semua ruang kelas akan kita memberi layar-layar digital yang paling mutakhir," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Melalui penyediaan teknologi mutakhir ini, seluruh anak Indonesia diharapkan dapat memiliki standar kemampuan yang setara. Akses edukasi yang merata di seluruh penjuru tanah air menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
"Supaya ilmu nanti seluruh desa, seluruh rakyat Indonesia kemampuannya sama. Akses terhadap ilmunya sama. Di ujung paling terluar atau di kota yang paling besar," tutur Prabowo Subianto.
Selain peningkatan fasilitas digital, kuantitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah juga akan ditambah untuk menjamin hak pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemerintah bertekad memberikan pelayanan pendidikan layak bagi kelompok masyarakat paling lemah.
"Kita bertekad semua anaknya orang yang paling lemah bisa sekolah dengan baik. Kita bangun Sekolah Rakyat," kata Prabowo Subianto.
Fokus penguatan institusi pendidikan ini salah satunya menyasar wilayah Tuban yang dilaporkan telah memiliki rintisan sekolah tersebut. Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas sekolah yang ada serta mendirikan sekolah-sekolah unggulan terintegrasi.
"Kalau tidak salah di Tuban sudah ada sekolah rakyat. Akan kita tingkatkan jumlahnya dan kemampuannya. Kita akan bikin sekolah-sekolah unggulan dan sekolah-sekolah terintegrasi," sambung Prabowo Subianto.
Pemerintah kini tengah memacu target penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) hingga mencapai 1 juta unit di seluruh Indonesia dari capaian tahun lalu yang baru berjumlah 288.865 unit. Program ini akan berjalan secara bertahap dengan penambahan tiga unit PID per sekolah pada tahun ini, diikuti dua unit tambahan per kelas pada tahun berikutnya.
Guna mendukung ekosistem pembelajaran tersebut, studio pengajaran terpusat akan dibangun di Jakarta untuk menyuplai konten berkualitas bagi 330.000 sekolah yang kekurangan materi dan guru. Skema penyediaan internet murah juga sedang dipersiapkan untuk mengatasi kendala konektivitas wifi di lingkungan sekolah.