Presiden Prabowo Subianto merespons insiden tabrakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dengan komitmen perbaikan infrastruktur. Langkah ini diambil guna memperkuat sistem keamanan perkeretaapian nasional yang dinilai sedang dalam kondisi darurat.
Pemerintah berencana melakukan modernisasi operasional dengan membangun jalan layang atau flyover di berbagai titik perlintasan kereta api. Dilansir dari Kompas, kebijakan ini bertujuan meminimalisir potensi kecelakaan di area yang bersinggungan langsung dengan jalur kendaraan darat.
Prabowo menyampaikan bahwa dirinya menyadari masih banyak celah keamanan pada jalur kereta saat ini. Hal itu dibuktikan dengan tingginya jumlah titik penyeberangan rel yang tidak memiliki penjagaan petugas secara resmi.
Kementerian Perhubungan turut mengambil langkah strategis sebagai tindak lanjut langsung dari tragedi di Bekasi tersebut. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi titik balik bagi pemerintah untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi fisik prasarana kereta api.
Fokus utama evaluasi tersebut adalah mempercepat penyelesaian proyek rel empat jalur atau double-double track. Pembangunan ini ditargetkan untuk memisahkan operasional KRL dari jalur kereta jarak jauh agar risiko pertemuan antar-rangkaian kereta dapat dihilangkan sepenuhnya.