Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Proyek Tanggul Laut Raksasa

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Proyek Tanggul Laut Raksasa
Foto: Ilustrasi Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Proyek Tanggul Laut Raksasa.

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat setingkat kepala badan ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk melakukan pembahasan intensif terkait rencana pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.

Pejabat yang hadir memenuhi panggilan di lingkungan Istana meliputi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta CEO Danantara Rosan Roeslani. Kehadiran para pembantu presiden ini dilansir dari Nasional berkaitan dengan penguatan koordinasi infrastruktur pesisir.

Selain jajaran menteri koordinator, tampak hadir pula Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Turut serta dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

"Iya tanggul laut," ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara singkat saat ditemui di lokasi.

Rosan memberikan konfirmasi mengenai topik utama pertemuan sesaat sebelum memasuki area pertemuan. Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan memberikan pernyataan senada mengenai agenda rapat bersama kepala negara.

"Termasuk," ucap Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan bahwa pembangunan tanggul raksasa di sepanjang Pantai Utara Jawa merupakan proyek strategis berskala besar. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan estimasi waktu pengerjaan yang sangat panjang.

"Ini adalah proyek besar dan jangka panjang, jadi tidak melihat satu atau dua tahun, bahkan lima, 10, sampai dengan 20 tahun ke depan," kata Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan pada Rabu, 21 Januari 2026.

Agus menekankan bahwa pengerjaan megaproyek ini memerlukan ketelitian dalam perencanaan serta dukungan teknologi dan anggaran yang kuat. Inisiatif pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo melalui pembentukan badan pengelola khusus.

Artikel terkait

Rekomendasi