Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia menjadwalkan pertandingan amal mini soccer bertajuk Cepak Bola 2026 pada Sabtu, 23 Mei 2026 di lapangan Triboon Cilandak, Jakarta Selatan. Dilansir dari Suara, ajang ini bertujuan menggalang donasi bagi puluhan anak pejuang kanker usia 0-18 tahun dari keluarga prasejahtera.
Istilah "Cepak" dipilih guna merepresentasikan kondisi fisik anak-anak penderita kanker yang mengalami penipisan rambut akibat dampak prosedur kemoterapi. Seluruh dana yang terkumpul dari penonton maupun lelang jersey pemain akan dialokasikan sepenuhnya untuk pendampingan pasien di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, dan Bali.
Co-founder agensi Ambilhati selaku pemrakarsa ide, Hanru Emil menjelaskan bahwa konsep acara ini sengaja dibuat ceria guna mengubah sudut pandang masyarakat terhadap isu kanker. Ia menekankan pentingnya memberikan dukungan moral yang penuh semangat kepada anak-anak tersebut.
"Kita enggak mau campaign cancer auranya pasti kayak sedih. Kita pengin sebaliknya, narik semangat. Anak-anak ini butuh support," kata Hanru Emil, Co-founder agensi Ambilhati.
Melalui analogi olahraga tim, Hanru menyebutkan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menunjukkan dukungan nyata bagi para pejuang kanker. Pendekatan ini diharapkan mampu memotivasi anak-anak dampingan yayasan dalam menghadapi masa pengobatan.
"Persis kayak sepak bola, it's a teamwork. Kita bareng-bareng sama anak-anak ini nunjukin bahwa you can do it," tambah Hanru Emil.
Ketua Yayasan Pita Kuning, Tyas Amalia menegaskan bahwa prioritas yayasan adalah memberikan perawatan paliatif guna memastikan hak-hak dasar anak tetap terpenuhi. Selain aspek medis, fokus utama lainnya adalah menjaga kualitas hidup mereka melalui bermain dan belajar.
"Tujuannya di sini kami bukan untuk menjanjikan kesembuhan. Tapi kami mendampingi mereka untuk bisa memperbaiki kualitas hidup mereka, sehingga bisa mendapatkan hak untuk bisa tetap bermain, belajar, dan tumbuh," pungkas Tyas Amalia, Ketua Yayasan Pita Kuning.
Eksistensi yayasan ini tidak lepas dari peran komika Pandji Pragiwaksono yang tergerak mendirikan organisasi tersebut sejak 2006. Saat itu, Pandji berinteraksi langsung dengan para pasien di RS Dharmais saat proses syuting program televisi dan menyadari banyaknya anak yang membutuhkan bantuan.
"Jadilah Mas Pandji datang dan ngelihat secara langsung (para penderita kanker) dan dia kayak, 'Wow gue baru tau kalau ada anak-anak kanker sebanyak ini'," ungkap Tyas Amalia menyampaikan latar belakang keterlibatan pendiri.
Pertandingan amal ini akan mempertemukan komunitas pendukung Manchester United dan Barcelona, yakni United Indonesia melawan Indo Barca. Laga tersebut juga melibatkan mantan pemain Timnas Indonesia, Ismed Sofyan dan Atep, serta komika Afif Xavi untuk memeriahkan penggalangan dana.