PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto, berkolaborasi dengan Mensa Indonesia mengadakan sesi edukasi bertema ÔÇ£The Future of Blockchain and CryptocurrencyÔÇØ pada pekan lalu, seperti dilansir dari Investortrust.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia, termasuk Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan dan Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa.
ÔÇ£Kehadiran PINTU dalam acara ini memberikan perspektif baru bagi anggota kami. Kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek kripto dan blockchain, serta potensi ke depannya,ÔÇØ ujar Chairman of Mensa Indonesia Satriadi Gunawan dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).
Mensa Indonesia merupakan komunitas intelektual global yang mewadahi individu dengan intelligence quotient (IQ) tinggi, dengan fokus pengembangan inteligensi melalui pertukaran ide dan kolaborasi.
Dalam kerja sama ini, PINTU membahas berbagai topik industri kripto seperti dasar teknologi blockchain, ekosistem aset kripto, potensi tokenisasi aset, hingga strategi investasi yang relevan bagi peserta.
Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa menjelaskan perkembangan aset kripto yang kini tidak lagi dipandang sebatas aktivitas perdagangan semata.
Menurut Ari, kripto merupakan teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara transparan serta efisien.
Perkembangan penting saat ini adalah tokenisasi aset, yang memungkinkan aset dunia nyata seperti emas, saham, dan instrumen keuangan lain diubah menjadi token digital untuk diperdagangkan secara global.
Berdasarkan data Pintu Academy, tokenisasi membuat aset tradisional dapat diakses secara global, diperdagangkan secara fraksional, serta memiliki likuiditas yang lebih tinggi.
Adopsi kripto global juga terus meningkat, di mana data TRM Labs menunjukkan aktivitas ritel kripto dunia pada kuartal I 2026 menyentuh angka US$ 79 miliar.
Laporan State of Mobile 2025 dari Sensor Tower turut mencatat Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, dengan kenaikan 54% secara tahunan.
ÔÇ£Ke depan, kami berharap kolaborasi dengan Mensa Indonesia dapat terus berlanjut untuk memperluas literasi kripto di Indonesia. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,ÔÇØ tutur Ari.