Lestari Kompas Gramedia bekerja sama dengan Pertamina meresmikan program Akademi Sekolah Lestari (ASRI) bertajuk 'Tumbuh Lestari, Bijak Berenergi' di SMAN 40 Jakarta Utara pada Senin (11/5/2026). Dilansir dari Lestari, inisiatif edukatif ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam isu keberlanjutan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.
Kolaborasi ini membangun misi bersama untuk mengubah konsep keberlanjutan menjadi gerakan kolektif melalui ekosistem pembelajaran holistik. Pada tahun 2026, program ASRI akan menyasar Sekolah Energi Berdikari (SEB) binaan Pertamina yang berlokasi di Kota Semarang, Kota Palembang, dan Kabupaten Cilacap.
Kurikulum ASRI 2026 berfokus pada tiga pilar utama yaitu Transisi Energi, Pekerjaan Hijau (Green Jobs), dan Komunikasi Berkelanjutan. Materi ini disusun untuk memberikan pemahaman kepada guru dan siswa mengenai tantangan serta peluang industri hijau di masa depan.
VP CSR SMEPP PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto memberikan penekanan khusus pada pentingnya pemahaman mengenai transformasi energi nasional sejak dini.
"Transisi energi ini merupakan pondasi yang penting untuk teman-teman para siswa SMA agar lebih lestari di masa depan. penggunaan energi terbarukan sangat mendorong kita untuk bisa save the planet dan hidup lebih baik lagi dan adik adik siswa SMA ini adalah penentu untuk masa depan energi kita" ujar Rudi Ariffianto, VP CSR SMEPP PT Pertamina (Persero).
Topik berikutnya membahas tentang peluang karier di sektor industri hijau yang saat ini mulai berkembang pesat di berbagai bidang.
"Untuk itu, green jobs bukan hanya sekedar tentang pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan atau perubahan iklim, tetapi lebih luas dari itu, yaitu sesuatu yang bisa berdampak baik pada keberlanjutan bumi kita," tutur Ade Sulaeman, Editor National Geographic Indonesia.
Ade Sulaeman menambahkan bahwa saat ini bumi tengah mengalami krisis serius sehingga pekerjaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan finansial semata. Profesi di masa depan harus memiliki dampak positif terhadap kelestarian lingkungan secara luas.
Sementara itu, pilar komunikasi berkelanjutan diarahkan untuk membangun kesadaran kritis siswa terhadap praktik greenwashing dan penyebaran informasi di era post-truth.
"Misalnya, dari orang-orang yang suaranya lebih mudah didengar, dan kemudian dampaknya bisa menyebarkan isu ini ke lebih banyak manusia lain tentang pentingnya hidup berkelanjutan untuk kelangsungan bumi. Bahkan semua orang dapat berperan menjadi pintu itu, yang bisa dimulai dari menyuarakan keresahan masing-masing akan isu keberlanjutan yang dirasakan saat ini, dan membuka ruang diskusi untuk hidup lebih hijau lagi," tutur Wisnu Nugroho, Vice President Sustainability of KG Media.
Rangkaian program dimulai dengan e-course interaktif hasil pengembangan bersama Universitas Pertamina, diikuti dengan kegiatan Roadshow & ASRI Goes to School. Siswa akan mengikuti kompetisi inovasi berbasis STEM untuk mencari solusi tantangan lingkungan sebelum rangkaian acara ditutup dengan ASRI Awards sebagai ajang apresiasi proyek paling inspiratif.