Pertamina Goes to Campus 2026 Mulai Jaring Talenta Muda di ITB

Pertamina Goes to Campus 2026 Mulai Jaring Talenta Muda di ITB
Foto: Ilustrasi Pertamina Goes to Campus 2026 Mulai Jaring Talenta Muda di ITB.

Penyiapan sumber daya manusia yang andal menjadi tantangan besar dalam membangun masa depan energi nasional, di samping pembangunan infrastruktur fisik. Dilansir dari Detik Finance, PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 untuk membawa realitas industri ke dalam lingkungan akademis.

Program yang mengusung tema 'Energizing Acceleration for Future Impact' ini resmi dibuka di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (21/5). Agenda ini dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk mempertemukan riset serta talenta muda dengan kebutuhan nyata sektor energi.

Bagi Pertamina, ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada jaminan pasokan saat ini. Perusahaan berkomitmen menyiapkan generasi penerus yang siap mengelola sektor energi Indonesia pada masa mendatang.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa program ini bukan langkah baru bagi perusahaan. Pendekatan ke perguruan tinggi telah dirintis sejak awal dekade 2000-an sebelum akhirnya diresmikan dengan identitas PGTC pada tahun 2012.

"Pertamina Goes To Campus ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pertamina dan sebenarnya dirintis dari awal dekade pertama tahun 2000, kemudian kita branding menjadi PGTC di 2012," ucap Arya usai kick off PGTC bersama jajaran direksi PT Pertamina, Rabu (21/5/2026).

Sejak resmi diluncurkan, PGTC terus memperluas jangkauannya ke berbagai perguruan tinggi di tanah air. Arya menambahkan bahwa program ini menjadi strategi efektif untuk mendekatkan mahasiswa dengan dinamika industri.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dilaksanakan untuk menjangkau mahasiswa yang berada di kampus-kampus di seluruh Indonesia," ujarnya.

Pada tahun ini, PGTC akan dilaksanakan dalam format roadshow yang menyambangi lima kota besar. Setelah pembukaan di ITB, lokasi kegiatan berikutnya di wilayah Sumatra Barat dan Sulawesi kini sedang dalam tahap finalisasi.

Pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan institusi pendidikan yang mendukung kelancaran program ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan juga pihak dari universitas dari ITB yang telah memberikan kesempatan ini untuk kick off di kampus ini," katanya.

Pihak ITB menilai PGTC memberikan manfaat besar dalam membuka jalur komunikasi yang lebih luas antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kerja. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano menyebutkan adanya dua keuntungan utama bagi kampus.

Manfaat pertama adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali dunia kerja lebih awal. Pengalaman langsung ini sering kali sulit didapatkan jika mahasiswa hanya mengandalkan proses belajar di ruang kelas.

"Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kita untuk mengenal industri dengan lebih baik," ungkap Irwan.

Irwan menjelaskan keuntungan ini juga dirasakan oleh para dosen serta sivitas akademika. Mereka dapat melihat langsung proses riset di industri sekaligus menjajaki peluang kerja sama penelitian.

Sinergi ini juga membantu mahasiswa memahami kualifikasi dunia kerja sejak dini untuk mempersiapkan karier masa depan mereka.

"Mahasiswa di tahap dini dari pendidikannya sudah terekspos dengan industri. Ini akan membuka wawasan penting bagi mereka," tuturnya.

Paparan industri ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengakses program magang hingga peluang berkarier di Pertamina Group. Di sisi lain, kolaborasi strategis ini juga menyasar pengembangan kurikulum pendidikan.

ITB tengah menjajaki kerja sama dengan Pertamina untuk merumuskan kurikulum yang sejalan dengan perkembangan industri yang bergerak cepat.

"Kita memahami bahwa sering kali tantangan industri jauh lebih cepat dari program pendidikan. Jadi mempertemukan pengelola pendidikan dengan Pertamina menjadi sangat penting karena kita bisa desain kurikulum bersama dengan industri," ucapnya.

Meningkatkan Daya Saing Lulusan

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Junaidi Khotib menilai PGTC sebagai bentuk nyata kesetaraan hubungan antara kampus dan industri.

Sinergi ini dinilai sangat krusial untuk memastikan kompetensi para lulusan perguruan tinggi tetap relevan dengan tuntutan zaman.

"Ini menunjukkan ruang yang sangat lebar untuk pertemuan antara akademia dan industri," kata Junaidi.

Menurut Junaidi, kerja sama interaktif seperti ini akan berdampak positif pada penguatan relevansi lulusan dan peningkatan daya saing mereka di pasar kerja.

Pemerintah mendukung penuh kehadiran industri di kampus agar mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai peluang karier dan arah perkembangan energi nasional. Junaidi berharap cakupan program ini dapat diperluas ke lebih banyak perguruan tinggi.

"Kalau ingin banyak tentu tidak hanya lima," tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan di Bandung ini juga berpotensi menarik minat mahasiswa dari berbagai kampus di luar ITB. Kehadiran holding dan subholding Pertamina di PGTC membuka ruang interaksi yang semakin luas bagi ekosistem akademis.

"Sehingga ini membuka wawasan yang sangat baik untuk para mahasiswa dan juga para akademisi dengan demikian bisa bersinergis di dalam Mendukung mutu dari lulusan itu," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi