Perpustakaan Kabupaten Semarang Hapus Denda dan Perbarui Fasilitas

Perpustakaan Kabupaten Semarang Hapus Denda dan Perbarui Fasilitas
Foto: Ilustrasi Perpustakaan Kabupaten Semarang Hapus Denda dan Perbarui Fasilitas.

Perpustakaan Kabupaten Semarang memperbarui sistem pelayanan dengan menghapus denda keterlambatan bagi peminjam buku guna mendekatkan kembali akses literasi kepada masyarakat pada Senin, 20 April 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya adaptasi di tengah gempuran penggunaan ponsel pintar yang mendominasi perhatian publik saat ini.

Gedung yang berlokasi di tempat lama tersebut kini telah bertransformasi menjadi bangunan dua lantai setelah melalui proses renovasi pada tahun 2012. Area perpustakaan menempati lantai dua, sementara lantai dasar difungsikan untuk ruang arsip serta kantor administratif dengan suasana ruangan yang lebih modern dan lapang.

Dilansir dari Katanetizen, aktivitas peminjaman buku di institusi ini masih terus berjalan meski sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan akibat pembatasan jam operasional saat pandemi. Petugas perpustakaan mencatat adanya konsistensi warga dalam meminjam koleksi bacaan yang tersedia di rak-rak buku.

"Mulai pinjam tahun 2008," katanya Edi, Petugas Perpustakaan.

Pernyataan tersebut merujuk pada arsip data anggota lama yang masih tersimpan rapi dalam sistem digital perpustakaan. Pengunjung lama tetap mendapatkan pengakuan keanggotaan meskipun telah bertahun-tahun tidak berkunjung, sehingga proses peminjaman tetap dapat dilakukan dengan mudah.

"Sepertinya itu kartu kedua atau ketiga, Mas. Tahun 2001ÔÇô2002 saya sudah sering pinjam juga," ujar Penulis, Pengunjung Perpustakaan.

Selain koleksi sastra dan buku umum, perpustakaan ini mengalokasikan anggaran tahunan untuk pengadaan judul-judul baru demi menjaga keterbaruan informasi bagi para anggotanya. Fasilitas pendukung seperti ruangan berpendingin udara (AC), toilet, musala, hingga akses internet nirkabel (Wi-Fi) berkecepatan tinggi disediakan untuk kenyamanan pengunjung.

Pihak pengelola juga memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan secara gratis setiap bulan. Program tersebut mencakup kursus bahasa Inggris, kelas menulis, hingga pembuatan kerajinan tangan enceng gondok dan batik lokal yang hasilnya dipajang di sela-sela rak buku.

Artikel terkait

Rekomendasi