Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah mempercepat pembangunan akses Bokoharjo pada segmen Prambanan-Purwomartani di Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo guna mempermudah akses menuju kawasan wisata Ratu Boko.
Proyek ini dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional Yogyakarta-Solo yang selama ini menjadi tumpuan utama wisatawan menuju destinasi sejarah tersebut. Berdasarkan data per 15 April 2026, kemajuan konstruksi pada segmen tersebut telah mencapai 94,8 persen sebagaimana dilansir dari Kompas.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan pada Senin (27/4/2026) bahwa penyediaan infrastruktur ini memiliki peran krusial bagi pemerataan wilayah dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," ujar Dody, Menteri PU.
Akses sepanjang 1,95 kilometer ini dibangun mulai dari Gerbang Tol Purwomartani menuju Desa Bokoharjo di Sleman. Pihak kementerian memastikan bahwa seluruh proses pembangunan tetap mengedepankan prinsip pelestarian terhadap situs cagar budaya di sekitar lokasi proyek.
Terdapat tantangan teknis dalam proyek ini, termasuk pembangunan U-turn yang membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan dan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait perlintasan rel. Pekerjaan di area perlintasan kereta api tersebut diproyeksikan memakan waktu hingga sepuluh bulan.
Pemerintah menargetkan akses Bokoharjo dapat beroperasi secara fungsional pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Selain itu, pembebasan lahan yang saat ini menyentuh angka 90 persen diharapkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.
Saat ini, pengguna jalan sudah dapat memanfaatkan jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo yang telah beroperasi pada rute Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer. Percepatan akses ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.