Kementerian PU Rampungkan Perbaikan 98 Persen Jalan Pantura Jawa

Kementerian PU Rampungkan Perbaikan 98 Persen Jalan Pantura Jawa
Foto: Ilustrasi Kementerian PU Rampungkan Perbaikan 98 Persen Jalan Pantura Jawa.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan kondisi Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa saat ini telah mencapai tingkat kemulusan hampir menyeluruh dengan menyisakan kerusakan hanya sekitar 1 hingga 2 persen pada Senin (20/4/2026). Capaian ini didorong oleh percepatan penanganan melalui pemantauan rutin harian oleh petugas penilik jalan.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa setiap balai jalan menugaskan penilik yang bertanggung jawab mendeteksi kerusakan secara dini di lapangan. Langkah ini dilakukan agar setiap lubang yang ditemukan dapat segera ditangani sebelum mengalami kerusakan yang lebih luas dan parah, sebagaimana dilansir dari Kompas.

"Kalau jalan berlubang di Pantura Insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 (persen) sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani," ujar Dody.

Penilik jalan memegang peran vital sebagai garda terdepan dengan lingkup tugas mencakup ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer bagi setiap personel. Melalui pemeriksaan harian tersebut, Kementerian PU melaksanakan berbagai tindakan pemeliharaan mulai dari penutupan lubang, pelapisan ulang perkerasan, hingga normalisasi drainase.

Selain fokus pada perkerasan jalan, pemerintah juga meningkatkan standar keamanan pada sambungan jembatan atau expansion joint. Fokus ini diberikan untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan, khususnya bagi pengendara roda dua yang lebih rentan terhadap ketidakrataan permukaan jembatan.

"Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor," tambah Dody.

Meskipun kondisi jalan terus diperbaiki, potensi munculnya lubang baru tetap ada akibat faktor eksternal. Dody mengingatkan bahwa intensitas hujan yang tinggi serta beban berlebih dari kendaraan berdimensi besar atau overload menjadi penyebab utama percepatan kerusakan aspal secara berulang.

"Kendaraan berat dengan muatan berlebih dan kondisi hujan yang terus berlangsung mempercepat kerusakan jalan, sehingga lubang mudah terbentuk kembali," ujarnya.

Saat ini, jaringan jalan nasional non-tol di seluruh Indonesia tercatat mencapai panjang 47.603,39 kilometer. Secara keseluruhan, tingkat kemantapan jalan nasional berada pada angka 93,50 persen yang terus dipantau melalui strategi pemeliharaan rutin berbasis deteksi dini.

Artikel terkait

Rekomendasi