Perawat Ungkap Empat Penyesalan Terbesar Pasien Menjelang Ajal

Perawat Ungkap Empat Penyesalan Terbesar Pasien Menjelang Ajal
Foto: Ilustrasi Perawat Ungkap Empat Penyesalan Terbesar Pasien Menjelang Ajal.

Seorang perawat senior, Suzanne B. O'Brien, membagikan empat bentuk penyesalan yang paling sering diutarakan oleh pasien saat mendekati akhir hayat pada Rabu (15/4/2026). Berdasarkan pengalamannya selama 20 tahun mendampingi pasien di rumah sakit, ia mencatat bahwa ketakutan terbesar individu bukan terletak pada kematian itu sendiri, melainkan pada pilihan hidup yang telah mereka lalui.

Dilansir dari Detik Health, O'Brien mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien berharap dapat menjalani kehidupan dengan cara yang berbeda. Salah satu penyesalan yang paling menonjol adalah terkait hubungan asmara dan kasih sayang, di mana banyak individu merasa gagal membina kedekatan emosional dengan orang lain.

Dalam laporannya, O'Brien mencontohkan seorang pasien pria berusia 69 tahun yang memiliki kekayaan melimpah namun merasa hampa. Pria tersebut mengaku telah memutus hubungan dengan keluarga dan teman-teman hanya karena persoalan materi serta kecemburuan yang tidak lagi ia ingat pemicunya.

"Aku tidak pernah menemukan cinta. Aku tidak pernah memberi diriku kesempatan untuk mengalaminya, dan sekarang aku tahu inilah inti dari kehidupan. Aku mengerti sekarang! Tolong ceritakan kisahku pada orang lain," ujar pasien tersebut kepada O'Brien sebagaimana dikutip dari Unilad.

Penyesalan kedua yang kerap muncul adalah ketidakberanian pasien dalam mengikuti kata hati serta tujuan hidup yang sebenarnya. Banyak individu merasa terjebak dalam rutinitas atau ekspektasi orang lain sehingga mengabaikan keinginan terdalam mereka selama bertahun-tahun.

Poin ketiga berkaitan dengan ketidakmampuan untuk membuka diri guna dicintai oleh orang lain. O'Brien menjelaskan bahwa di penghujung usia, banyak orang baru menyadari bahwa mereka telah membangun pembatas atau 'penjara' emosional yang menghalangi masuknya kasih sayang dari lingkungan sekitar.

Terakhir, para pasien sering kali menyesal karena kurang mencintai diri sendiri selama masa produktif mereka. Untuk membantu proses refleksi ini, O'Brien biasanya menanyakan apakah mereka telah melakukan yang terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan hidup seperti pekerjaan dan lingkungan tempat tinggal.

O'Brien menekankan bahwa mayoritas pasien akhirnya menyadari bahwa pencapaian materi tidak lagi berharga di akhir hidup. Fokus utama yang tertinggal hanyalah kualitas hubungan antarmanusia, keberanian untuk jujur pada diri sendiri, serta penerimaan atas segala kekurangan yang dimiliki.

Artikel terkait

Rekomendasi