Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi merilis jadwal penutupan total pendakian Gunung Semeru dan pembatasan wisata Gunung Bromo sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya revitalisasi ekosistem serta penghormatan terhadap tradisi adat masyarakat Tengger, dilansir dari Detik Travel pada Sabtu (25/4/2026).
Otoritas taman nasional menegaskan bahwa seluruh aktivitas kunjungan akan dihentikan secara total pada periode yang telah ditentukan demi menjaga kelestarian alam dan keselamatan pengunjung dari cuaca ekstrem. Pengumuman ini merujuk pada lampiran keputusan resmi Kepala Balai Besar TNBTS untuk memandu para calon pendaki dan pelancong.
"Selama penutupan, aktivitas wisata dihentikan sementara, kecuali kegiatan darurat atau strategis dengan izin," dikutip dari instagram resmi @bbtnbrmotenggersemeru, Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan data operasional, jalur pendakian Gunung Semeru termasuk kawasan Ranu Kumbolo akan ditutup dalam dua tahap utama. Tahap pertama berlangsung pada 1 Januari hingga 31 Maret 2026, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 1 hingga 31 Desember 2026 karena pertimbangan badai dan hujan intensitas tinggi.
Kawasan wisata Gunung Bromo juga memberlakukan penutupan berkala yang meliputi momen Akhir Wulan Kapitu, Hari Raya Nyepi, dan upacara Yadnya Kasada. Selain ritual adat, pembersihan kawasan secara menyeluruh akan dilakukan pasca-libur Lebaran guna memulihkan ekosistem setelah terjadi lonjakan jumlah wisatawan.
Pihak pengelola juga mulai mewajibkan penggunaan gelang asuransi bagi setiap pengunjung yang memasuki kawasan taman nasional mulai tahun ini. Ketentuan jadwal ini akan terus berlaku bagi seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata hingga muncul kesepakatan atau kebijakan baru dari pihak otoritas terkait.