Departemen Pertahanan Amerika Serikat mempublikasikan 161 dokumen rahasia terkait fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP) dan benda terbang tak dikenal (UFO) pada Minggu, 10 Mei 2026. Perilisan berkas yang mencakup laporan warga sipil hingga astronot ini dilakukan atas instruksi Presiden Donald Trump.
Langkah deklasifikasi ini, seperti dilansir dari Detik iNET, merupakan respons atas meningkatnya minat publik dan komitmen transparansi militer pasca dengar pendapat Kongres AS pada 2022. Dokumen yang kini tersedia di situs resmi Pentagon tersebut mencakup arsip selama puluhan tahun, termasuk transkrip misi pendaratan Bulan.
Keterlibatan mantan pejabat tinggi juga memengaruhi atensi masyarakat, seperti pernyataan Barack Obama yang mengakui kemungkinan statistik adanya kehidupan luar angkasa. Trump kemudian memerintahkan Pentagon membuka akses terhadap berkas fenomena udara yang selama ini tertutup rapat bagi publik.
Arsip tersebut menyoroti kesaksian para astronot program Apollo saat menjalankan misi di luar angkasa pada era 1960-an dan 1970-an. Buzz Aldrin dari misi Apollo 11 melaporkan adanya penampakan yang tidak dapat dijelaskan saat menuju Bulan pada tahun 1969.
"Saya mengamati sesuatu yang tampak seperti sumber cahaya cukup terang, yang untuk sementara kami duga sebagai kemungkinan sinar laser," katanya Buzz Aldrin, Astronot Apollo 11.
Laporan serupa datang dari Alan Bean, astronot Apollo 12, yang menyaksikan kilatan cahaya dan partikel yang tampak bergerak menjauhi permukaan Bulan. Sementara itu, kru Apollo 17 pada tahun 1972 menggambarkan suasana di luar angkasa yang dipenuhi kilatan cahaya.
"Di luar sana seperti perayaan Hari Kemerdekaan AS!" ujar Jack Schmitt, Astronot Apollo 17.
Dokumen lain mencatat laporan Frank Boman dari penerbangan Gemini 7 tahun 1965 mengenai objek asing yang mengancam di sisi pesawat. Selain astronot, dokumen tersebut memuat laporan individu dari tahun 1957 hingga 2023 yang mendeskripsikan kendaraan bundar dan benda logam yang muncul dari cahaya terang.
Pentagon juga menyertakan video militer tahun 2022 dari wilayah Timur Tengah, termasuk Irak dan Suriah, yang menunjukkan objek oval bergerak cepat. Menanggapi rilis ini, politisi Partai Republik memberikan apresiasi atas keterbukaan informasi yang dilakukan pemerintah.
"Awal yang luar biasa," kata Tim Burchett, Anggota Kongres.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kritik politik di dalam negeri Amerika Serikat. Mantan Anggota Kongres, Marjorie Taylor Greene, menilai waktu publikasi dokumen ini bertepatan dengan isu-isu domestik yang lebih mendesak.
"Pengalihan isu dari masalah-masalah lebih mendesak yang dihadapi rakyat Amerika, seperti keterjangkauan harga barang dan perang di Iran," ujar Marjorie Taylor Greene, Mantan Anggota Kongres.
Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa proses rilis dokumen terkait fenomena anomali ini akan terus berlanjut secara bertahap melalui kanal informasi publik mereka.