Peneliti Temukan Hormon Obat Diet GLP-1 Berpotensi Redakan Radang Sendi

Peneliti Temukan Hormon Obat Diet GLP-1 Berpotensi Redakan Radang Sendi
Foto: Ilustrasi Peneliti Temukan Hormon Obat Diet GLP-1 Berpotensi Redakan Radang Sendi.

Pasien radang sendi atau arthritis yang mengonsumsi obat penurun berat badan seperti Wegovy kerap melaporkan kondisi persendian yang membaik. Selama ini, kalangan medis mengira hal itu terjadi murni karena berkurangnya beban mekanis tubuh pada tulang rawan.

Namun, sebuah penelitian skala kecil dari Universitas Aarhus di Denmark menunjukkan adanya mekanisme lain yang belum terungkap sepenuhnya. Seperti dikutip dari Media Indonesia, tim peneliti berhasil mendeteksi keberadaan hormon GLP-1 untuk pertama kalinya di dalam cairan sendi pasien.

Hormon GLP-1 merupakan senyawa yang ditiru oleh obat-obatan penurun berat badan modern. Penemuan ini memicu pemahaman baru bahwa obat diet tersebut kemungkinan bekerja langsung di area peradangan sendi.

Sendi manusia membutuhkan cairan kental bernama cairan sinovial untuk melapisi tulang rawan dan melumasi setiap gerakan. Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor madya biomedis Universitas Aarhus, Tue Wenzel Kragstrup, M.D., Ph.D., menguji sampel darah dan cairan sendi dari 44 pasien rheumatoid arthritis melalui bank bio Denmark.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hormon GLP-1 terdeteksi di dalam cairan sinovial dalam jumlah sangat kecil. Kadarnya didapati mengikuti fluktuasi kadar yang ada di dalam aliran darah pasien.

Data tersebut mengindikasikan bahwa tubuh tidak memproduksi GLP-1 secara langsung di area persendian. Hormon tersebut meresap masuk dari aliran darah dengan proporsi yang konstan.

Konsumsi obat penurun berat badan dosis tinggi akan melonjakkan kadar GLP-1 di dalam darah melebihi produksi alami tubuh. Kondisi ini otomatis ikut mendongkrak kadar hormon tersebut di dalam persendian, yang diduga kuat mampu mengurangi inflamasi secara langsung.

"Studi kami dapat menunjukkan bahwa obat-obatan seperti Wegovy dapat memiliki efek ganda ÔÇô baik melalui penurunan berat badan maupun dengan meningkatkan kadar GLP-1 di dalam sendi," ujar Kragstrup.

Tantangan Enzim Penghancur Cairan Sinovial

Hormon GLP-1 alami umumnya tidak bertahan lama di dalam tubuh manusia karena cepat dirusak oleh enzim DPP-4. Tim peneliti dari Universitas Aarhus juga menemukan keberadaan enzim DPP-4 yang aktif di dalam cairan sendi pasien.

Kenyataan ini memunculkan tantangan baru bagi pengembangan dunia medis pada masa depan. Jika obat GLP-1 nantinya hendak disuntikkan secara langsung ke area lutut, formula obat harus direkayasa agar mampu bertahan dari degradasi enzim penghancur tersebut.

Tim peneliti menegaskan bahwa studi yang terbit dalam jurnal The Lancet Rheumatology ini baru sebatas mendeteksi keberadaan hormon. Hasil penelitian belum membuktikan obat penurun berat badan dapat digunakan sebagai terapi mutlak untuk menyembuhkan radang sendi.

Kendati demikian, hasil riset memberikan target serta arah yang jelas bagi uji klinis selanjutnya. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengukur tingkat efektivitas obat diet dalam meredakan peradangan sendi dari dalam tubuh.

Artikel terkait

Rekomendasi