Peneliti Westlake University Kembangkan Alat Genggam Deteksi Kanker Paru-Paru

Peneliti Westlake University Kembangkan Alat Genggam Deteksi Kanker Paru-Paru
Foto: Ilustrasi Peneliti Westlake University Kembangkan Alat Genggam Deteksi Kanker Paru-Paru.

Tim peneliti Westlake University di Tiongkok mengembangkan sistem deteksi portable berukuran genggam yang mampu mengidentifikasi kanker stadium awal melalui setetes darah dengan tingkat akurasi tinggi. Inovasi ini menyusutkan ukuran peralatan konvensional yang sebelumnya sebesar lemari pendingin menjadi perangkat praktis.

Sistem baru tersebut dirancang untuk meningkatkan sensitivitas pemantauan medis secara signifikan, seperti dilansir dari Media Indonesia. Peralatan konvensional umumnya memerlukan komponen rumit seperti prisma, spektrometer, dan jalur optik kompleks, sehingga pengetesan selama ini terbatas di laboratorium khusus.

Pengembangan perangkat ini dipimpin oleh Wen Liaoyong, seorang profesor madya di School of Engineering Westlake University sejak Juli tahun lalu. Wen memulai riset mandiri di institusi tersebut pada 2019 setelah sebelumnya berkarier di University of Connecticut.

"Penelitian ini menghadirkan paradigma biosensing nanofotonik yang skalabel dan kuat untuk diagnostik mini berperforma tinggi di lingkungan klinis, wilayah terpencil, hingga penggunaan di rumah," tulis Wen Liaoyong, Profesor Madya Westlake University dalam pengantar makalah penelitiannya.

Penyederhanaan sistem deteksi berhasil dilakukan karena mekanisme baru ini hanya mengukur intensitas cahaya. Perangkat genggam tersebut hanya mengintegrasikan chip sensor 3D BIC, sumber cahaya LED, dan fotodetektor sehingga dapat digunakan secara mandiri di rumah.

Metode produksi massal diadopsi melalui teknologi cetak wafer delapan inci untuk menekan biaya manufaktur. Langkah ini berhasil memangkas biaya pembuatan hingga sekitar US$5 per chip dengan kualitas yang seragam.

Dalam pengujiannya, Wen berkolaborasi dengan Xiamen University untuk mendeteksi small extracellular vesicles (sEVs) yang menjadi penanda penting kanker paru-paru. Karakteristik sEVs pada pasien stadium awal sangat sulit diidentifikasi menggunakan metode tradisional karena jumlahnya yang sangat minim.

Alat portable ini terbukti memiliki tingkat sensitivitas 10.000 kali lebih tinggi dibandingkan metode standar enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Melalui pengujian terhadap 171 sampel serum pasien kanker paru-paru, alat ini mencatatkan akurasi 94,9% untuk deteksi dini dan 92,1% untuk pemantauan pascaoperasi, mengungguli metode ELISA tradisional yang hanya mencapai akurasi 74,7%.

Penerapan platform ini juga diproyeksikan memiliki kegunaan yang lebih luas di luar pemindaian tumor. Pemanfaatan teknologi manufaktur mikro-nano dinilai menjadi pendorong penting bagi perkembangan sistem informasi modern.

"Teknologi manufaktur mikro-nano sebagai teknologi pendukung utama masyarakat informasi modern telah diterapkan secara luas dalam interaksi sinyal optik, listrik, dan magnetik, serta menjadi kekuatan penting dalam mendorong transformação digital dan cerdas," ujar Wen Liaoyong, Profesor Madya Westlake University.

Artikel terkait

Rekomendasi