Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Dibuka Kembali Mulai 7 Mei 2026

Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Dibuka Kembali Mulai 7 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Dibuka Kembali Mulai 7 Mei 2026.

Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, dijadwalkan akan dibuka kembali secara resmi bagi masyarakat umum mulai Kamis, 7 Mei 2026. Pembukaan operasional ini dilakukan setelah pihak pengelola melakukan pemantauan jalur dan memastikan kondisi cuaca di area pegunungan tersebut kini telah mulai stabil.

Keputusan untuk mengaktifkan kembali jalur pendakian tersebut tertuang dalam surat pengumuman resmi bernomor 500.4.6.10/595/123.7.2/2026 yang diterbitkan pada Jumat, 1 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, kebijakan ini diambil menyusul menurunnya intensitas curah hujan di kawasan tersebut.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustinintgyas Marini, telah menandatangani pengumuman yang dibagikan melalui akun media sosial resmi instansi tersebut sebagai dasar hukum pembukaan jalur.

"Berdasarkan hasil monitoring, pembersihan jalur, serta kondisi cuaca di Kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang mulai stabil (intensitas hujan menurun), maka aktivitas pendakian resmi dibuka kembali pada hari Kamis tanggal 07 Mei 2026," bunyi pengumuman tersebut sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Agustinintgyas Marini, Kepala UPT Tahura Raden Soerjo.

Sebelumnya, akses pendakian ke puncak Gunung Arjuno dan Welirang sempat ditutup total sejak Minggu, 16 November 2025. Penutupan selama beberapa bulan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap risiko cuaca ekstrem yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pada periode tersebut, wilayah Jawa Timur dilaporkan menghadapi musim penghujan dengan risiko tinggi berupa angin kencang serta potensi sambaran petir yang membahayakan keselamatan pendaki. Meski telah dibuka, pihak pengelola menegaskan bahwa jalur dapat ditutup sewaktu-waktu jika ditemukan kondisi darurat atau perubahan cuaca yang ekstrem secara mendadak.

Sistem registrasi bagi para calon pendaki dilakukan sepenuhnya secara daring melalui prosedur pemesanan tiket yang tersedia. Pendaki diwajibkan untuk memesan tiket pendakian paling lambat tiga hari (H-3) sebelum keberangkatan melalui kanal resmi yang dapat diakses mulai Senin, 4 Mei 2026.

Selain kewajiban pemesanan tiket, seluruh pengunjung diminta untuk mematuhi regulasi keamanan dan tata tertib selama berada di kawasan konservasi. Arahan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memastikan keamanan seluruh pihak selama kegiatan pendakian berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi