Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Penjual Roti di Cengkareng

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Penjual Roti di Cengkareng
Foto: Ilustrasi Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Penjual Roti di Cengkareng.

Seorang penjual roti berinisial AH (25) meninggal dunia setelah dibacok oleh pria berinisial RS di Jalan Pedongkelan Belakang, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada Senin (4/5/2026). Peristiwa maut ini dipicu oleh perselisihan antarpengendara sepeda motor di jalanan yang berujung pada tindakan kekerasan.

Insiden tragis ini terjadi hanya berselang satu hari setelah korban merantau dari Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk bekerja di Jakarta. Dilansir dari Megapolitan, korban sempat tergeletak di pinggir jalan dengan luka parah sebelum akhirnya dinyatakan tewas akibat pembacokan tersebut.

Rekan kerja korban di toko roti, Rizky (19), menjelaskan bahwa AH merupakan orang baru yang baru saja tiba di lokasi kerja milik kakak iparnya. Korban diketahui sedang izin keluar sebentar untuk membeli pulsa tepat sebelum peristiwa pembacokan terjadi.

"Dia orang baru, baru semalam datang ke sini, kerja di sini juga iya. Siangnya sudah ada kejadian ini (pembacokan)," tutur Rizky kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (4/5/2026).

Saksi mata di lokasi sempat mengira pria berbaju hitam tersebut merupakan korban pencurian dengan kekerasan. Namun, setelah dilakukan pengecekan, seluruh barang berharga milik korban ditemukan masih berada di lokasi kejadian.

"Tiba-tiba saya tahunya pas sudah ramai. Korban tahu-tahu sudah tergeletak, banyak darah gitu," kata Rizky.

Pihak keluarga dan rekan memastikan tidak ada benda yang dibawa lari oleh pelaku dalam peristiwa berdarah di Kapuk tersebut.

"Kalau barang yang hilang enggak ada. Handphone juga masih ada di lokasi, lengkap semua," ungkap Rizky.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung, mengonfirmasi bahwa motif penyerangan adalah kesalahpahaman lalu lintas. Pelaku dilaporkan tersulut emosi setelah kendaraan mereka terlibat gesekan di jalan raya.

"Informasinya itu karena awalnya si korban ini enggak sengaja nyenggol motor pelaku. Terus ada selisih paham keduanya, enggak tahunya langsung dibacok si korban ini kan," jelas AKBP Arfan Sipayung, Selasa (5/5/2026).

Pengejaran dilakukan segera setelah identitas pelaku teridentifikasi melalui serangkaian penyelidikan oleh tim gabungan kepolisian. Pelaku RS berhasil ditangkap di wilayah Bogor kurang dari 12 jam setelah menyerang korban.

"Iya sudah ditangkap semalam di Bogor. Pelakunya kabur, kami kejar lalu dapatnya di Bogor, satu orang pelakunya," kata Arfan.

Polisi juga telah mengamankan senjata tajam jenis celurit yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban hingga tewas. RS sempat berusaha menyembunyikan alat kejahatan tersebut selama masa pelariannya ke Jawa Barat.

"Ada, ada (barang bukti senjata) juga. Sempat disimpan di mana lah sama dia, tapi sudah kita dapat," ujar Arfan.

Pernyataan senada disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengenai detail pemicu keributan. Berdasarkan keterangan awal, sepeda motor pelaku hampir menabrak motor yang dikendarai oleh korban AH.

ÔÇ£Perselisihan diduga dipicu persoalan di jalan setelah sepeda motor pelaku nyaris menabrak motor korban. Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,ÔÇØ jelas Budi.

Penyidik saat ini telah menyita sejumlah barang bukti fisik berupa sepeda motor Honda Mio, helm, pakaian pelaku, serta rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara untuk memperkuat berkas perkara.

ÔÇ£Saat ini penyidik masih mendalami kasus, melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa pelaku dan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan JPU," tutur Budi.

Artikel terkait

Rekomendasi