Sir Alex Ferguson Sebut Arsenal Membosankan, Statistik Mengejutkan di 2026

Sir Alex Ferguson Sebut Arsenal Membosankan, Statistik Mengejutkan di 2026
Foto: Sir Alex Ferguson Sebut Arsenal Membosankan, Statistik Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)

Paris Saint-Germain (PSG) resmi keluar sebagai jawara Liga Champions 2026 setelah menumbangkan Arsenal lewat drama adu penalti. Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, ini menyisakan sorotan tajam bagi klub asal London tersebut.

The Gunners harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah takluk dengan skor 3-4 di babak tos-tosan. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir.

Sindiran Halus Sir Alex Ferguson untuk Arsenal

Kekalahan Arsenal ini memicu gelombang kritik, termasuk dari pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Melansir laporan L'Equipe, Ferguson kabarnya mengirimkan pesan langsung kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

Dalam pesan tersebut, Ferguson memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan klub raksasa Prancis itu mengangkat trofi. Ia menilai PSG sebagai tim yang menunjukkan semangat bermain sepak bola yang sebenarnya.

Muncul spekulasi bahwa Ferguson sempat menyebut gaya bermain Arsenal sangat membosankan pada laga final tersebut. Namun, klaim penggunaan kata "membosankan" itu dibantah oleh pihak pemilik PSG, Qatar Sports Investments.

Pihak internal PSG mengonfirmasi bahwa Ferguson lebih fokus memuji efektivitas serangan Les Parisiens daripada menghina lawan. Ferguson memuji PSG sebagai tim yang berani tampil terbuka dan menghibur sepanjang pertandingan.

Statistik Penguasaan Bola Terburuk Arsenal

Kritik terhadap strategi Mikel Arteta bukan tanpa alasan jika merujuk pada data statistik pertandingan. Arsenal tercatat hanya menguasai bola sebesar 24,7 persen selama laga berlangsung di Budapest.

Angka ini menjadi catatan penguasaan bola paling rendah dalam sejarah final Liga Champions sejak pendataan statistik dimulai. Strategi yang sangat defensif ini dianggap sebagai faktor utama yang membuat Arsenal kesulitan berkembang.

Berikut adalah ringkasan performa tim pada final Liga Champions 2026:

Kategori Statistik Paris Saint-Germain Arsenal
Penguasaan Bola 75,3% 24,7%
Total Tembakan Akurat Dominan 1 (Gol Kai Havertz)
Hasil Akhir Juara (Adu Penalti) Runner-up

Data di atas memperlihatkan bagaimana PSG memegang kendali penuh atas jalannya laga dibandingkan tim lawan. Meski sempat unggul lewat gol cepat Kai Havertz, Arsenal justru gagal menambah ancaman ke gawang PSG.

Desakan Perombakan Skuad Mikel Arteta

Legenda Arsenal, Martin Keown, turut angkat bicara menanggapi hasil mengecewakan yang diraih mantan klubnya. Ia mendesak Mikel Arteta untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran, terutama di sektor lini serang.

Keown menilai ketidakmampuan Arsenal memberikan tekanan balasan setelah unggul menjadi titik lemah yang fatal. Pendekatan bertahan total yang diterapkan Arteta dianggap terlalu berisiko untuk pertandingan sekelas final Eropa.

Kekalahan ini memaksa Arsenal untuk kembali menanti kesempatan lain demi meraih gelar bergengsi di Benua Biru. Sementara itu, bagi PSG, kemenangan ini menjadi pembuktian dominasi mereka di bawah arahan pelatih Luis Enrique.

Artikel terkait

Rekomendasi