Pemerintah Provinsi Banten akan menutup sembilan pelintasan sebidang liar secara permanen pada tahun ini demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan menekan risiko kecelakaan. Langkah tegas tersebut disampaikan di Tangerang pada Kamis (21/5/2026) seperti dilansir dari Megapolitan.
Tujuh titik di antaranya berada di jalur KRL Green Line yang masuk wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, mulai dari Kabupaten Tangerang hingga Lebak. Penutupan ini menyasar jalur ilegal yang kerap dimanfaatkan masyarakat tanpa izin resmi.
Kebijakan penutupan dilakukan setelah adanya laporan resmi dari pihak Daop 1 Jakarta mengenai sejumlah titik rawan. Jalur yang ditutup meliputi petak jalan TigaraksaÔÇôCikoya, Parung PanjangÔÇôCilejit, TenjoÔÇôTigaraksa, DaruÔÇôTenjo, CilejitÔÇôDaru, CiterasÔÇôRangkasbitung, MajaÔÇôCiteras, serta satu titik di jalur KA Lokal Merak petak RangkasbitungÔÇôJambu Baru.
ÔÇ£Ada sembilan pelintasan sebidang liar (di Banten) yang tahun ini akan ditutup permanen,ÔÇØ ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Banten, terdapat total 205 pelintasan kereta api di wilayah tersebut yang berupa pelintasan sebidang maupun flyover. Sebagian besar aset pelintasan telah ditangani oleh pemerintah provinsi, sedangkan sisanya merupakan wewenang pemerintah kabupaten dan kota.
ÔÇ£Ini laporan Daop 1 kan masuk Jakarta,ÔÇØ kata Tri.
Pemerintah Provinsi Banten sejauh ini telah menutup enam pelintasan kereta, termasuk titik di dekat Stasiun Cisauk pasca-rampungnya pembangunan flyover.
ÔÇ£205 pelintasan kereta api di Banten sebagian besar sudah ditangani pemerintah provinsi. Tinggal kabupaten/kota saja yang belum,ÔÇØ ujar Tri.
Selain penutupan pelintasan ilegal, Pemprov Banten mengusulkan proyek flyover di Serpong dan Jombang, Kota Tangerang Selatan, sebagai solusi mengurai kemacetan. Pelintasan sebidang resmi maupun liar di lokasi tersebut nantinya akan ditutup total setelah struktur flyover selesai dibangun.
ÔÇ£Karena kan ada yang terdaftar dan liar. Terdaftar ada yang dijaga dan tidak,ÔÇØ ujarnya.
Rencana pembangunan infrastruktur di kawasan Serpong dan Jombang ini sebelumnya menjadi program kerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, pada Pilkada Tangerang Selatan 2024. Pembangunan flyover dan underpass dinilai mendesak lantaran Tangerang Selatan dilewati sekitar 2 juta kendaraan setiap hari.
ÔÇ£Rencana pembangunan flyover ini akan dilakukan di Jombang, Sudimara, dan Serpong. Kita akan lihat mana yang paling krusial dan akan dibangun terlebih dahulu,ÔÇØ ujar Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.