Pemkot Tangerang Selatan Bangun Turap Cegah Banjir Dua Meter di Setu

Pemkot Tangerang Selatan Bangun Turap Cegah Banjir Dua Meter di Setu
Foto: Ilustrasi Pemkot Tangerang Selatan Bangun Turap Cegah Banjir Dua Meter di Setu.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana membangun turap sepanjang 100 hingga 150 meter di perumahan Citra Prima Serpong, Kranggan, Setu, pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan banjir kronis yang kerap mencapai ketinggian hingga dua meter di wilayah tersebut.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari program normalisasi saluran air di titik terdampak paling parah sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai pada tahun ini setelah melakukan identifikasi hambatan di lapangan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk segera bergerak. Ia mengidentifikasi adanya penyempitan drainase sebagai pemicu utama luapan air saat intensitas hujan tinggi.

"Tadi saya instruksikan ke Dinas SDABMBK (Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi) untuk segera melakukan normalisasi dan juga perbaikan turap," ujar Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

Pemerintah akan memprioritaskan pemasangan dinding penahan tanah pada lokasi-lokasi yang rawan mengalami longsor. Selain fokus pada pembangunan struktur, pemantauan terhadap kondisi pompa air di lokasi juga menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

ÔÇ£Rencananya turap akan dibangun di titik-titik rawan terlebih dahulu,ÔÇØ kata Pilar Saga Ichsan.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak pemerintah belum memerinci jadwal pasti dimulainya konstruksi. Namun, optimalisasi kolam retensi juga sempat disinggung meski realisasinya masih memerlukan kajian lebih lanjut terkait ketersediaan lahan di sekitar pemukiman.

"Targetnya sih tahun ini harus sudah mulai pengerjaan dan kalau bisa selesai secepatnya supaya masyarakat tidak was-was lagi kalau hujan turun," kata Pilar Saga Ichsan.

Kondisi lingkungan di wilayah RW 06 Kranggan dilaporkan mengalami perubahan signifikan sejak lebih dari satu dekade lalu. Ketua RW setempat mencatat bahwa masalah banjir mulai muncul setelah area resapan air beralih fungsi menjadi kawasan hunian.

"Perumahan ini dari Tahun 2009. Sebelumnya tidak ada banjir. Setelah ada pembangunan sekitar 2011-an, baru mulai terjadi banjir,ÔÇØ kata Yahya Sunarja, Ketua RW 06 Kranggan.

Meski sebelumnya sudah dilakukan pemasangan pompa dan pembangunan turap, debit air yang masuk tetap tidak tertampung hingga memicu warga mengungsi. Kondisi air yang bisa naik secara mendadak menjadi alasan warga berharap pada percepatan proyek normalisasi ini.

ÔÇ£Ada yang pindah sementara saat musim hujan, ada juga yang sudah meninggalkan rumah, meski tidak banyak,ÔÇØ ucap Yahya Sunarja.

Warga menegaskan bahwa durasi hujan yang cukup lama akan langsung berdampak pada kenaikan permukaan air di lingkungan mereka. Kelancaran aliran air menjadi kunci utama agar pemukiman tersebut tidak kembali terendam banjir besar.

"Kalau hujan sehari semalam saja air akan langsung naik, bahkan bisa sampai dua meter," ucap Yahya Sunarja.

Artikel terkait

Rekomendasi