Pemkot Jakarta Timur Usul Kolong Tol Becakayu Jadi Sentra Kuliner

Pemkot Jakarta Timur Usul Kolong Tol Becakayu Jadi Sentra Kuliner
Foto: Ilustrasi Pemkot Jakarta Timur Usul Kolong Tol Becakayu Jadi Sentra Kuliner.

Pemerintah Kota Jakarta Timur mengusulkan pemanfaatan area kolong Tol Becakayu sebagai sentra kuliner dan wisata edukatif berbasis pertanian lokal pada Selasa (19/5/2026), dilansir dari Megapolitan. Langkah tersebut diambil guna mendorong ekonomi kreatif warga setempat.

Gagasan pengoptimalan ruang kosong di bawah infrastruktur perkotaan ini bertujuan menghadirkan destinasi wisata baru berbasis masyarakat. Rencana tersebut muncul setelah pihak pemerintah daerah melakukan studi banding ke wilayah Batu, Malang, dan Surabaya di Jawa Timur.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan bahwa kunjungan kerja tersebut memberikan inspirasi mengenai potensi pengembangan ekonomi berbasis pengalaman yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara langsung.

"Jadi, ruang yang belum optimal menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru berbasis masyarakat. Salah satu yang mencuat adalah rencana pengembangan kawasan kolong Tol Becakayu menjadi sentra kuliner dan wisata edukatif berbasis pertanian lokal," kata Munjirin.

Pihak otoritas menilai konsep warung sederhana di tepi sawah yang marak di Jawa Timur sangat potensial untuk diadaptasi di kawasan perkotaan Jakarta Timur.

"Kita lihat di sana ada warung sederhana di pinggir sawah, tapi ramai. Konsep seperti itu bisa kita bawa ke Jakarta Timur," ujar Munjirin.

Pengembangan kawasan ini nantinya memadukan wisata kuliner, pertanian urban, dan para pelaku Jakpreneur. Konsep tersebut memungkinkan hasil panen lokal langsung dipasarkan serta diolah di tempat demi menghidupkan ekosistem ekonomi.

Pemerintah juga menggagas ide masakan mandiri bagi para pengunjung melalui penyediaan kebun mini interaktif di lokasi.

"Ini bukan hanya soal makan, tapi pengalaman. Pengunjung bisa ambil bahan sendiri, masak sendiri, dan itu menjadi daya tarik," kata Munjirin.

Selain area bawah jalan tol, optimalisasi sektor pariwisata juga menyasar pasar tradisional melalui program kunjungan terjadwal bagi wisatawan. Munjirin berharap langkah ini mampu mendongkrak pendapatan pedagang sekaligus memperbaiki citra pasar tradisional.

Rencana pembangunan pusat kuliner di bawah infrastruktur transportasi tersebut saat ini masih berada dalam fase analisis mendalam oleh instansi terkait.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur Yayang Kustiawan menyampaikan bahwa proses pengkajian mencakup aspek kesiapan infrastruktur pendukung, keterlibatan pelaku usaha, hingga dampak finansial bagi warga sekitar. Pemerintah Kota Jakarta Timur kini tengah mendorong pembentukan wadah terpadu bagi UMKM dan Jakpreneur agar terintegrasi dalam sistem distribusi serta promosi.

Artikel terkait

Rekomendasi