Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat di berbagai daerah dalam kurun waktu lima tahun demi memberikan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Program prioritas tersebut dipantau langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat meninjau proyek di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Senin (18/5/2026).
Langkah peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum bertindak sebagai pembangun fasilitas tersebut melalui penyedia jasa resmi, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Akses pendidikan gratis ini dirancang secara khusus untuk melayani anak-anak dari keluarga rentan yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan 2. Fasilitas di Kabupaten Bekasi tersebut disiapkan untuk menampung 900 hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain Sekolah Rakyat yang ditargetkan rampung sekitar 100 sekolah setiap tahunnya, pemerintah juga membangun Sekolah Garuda. Institusi ini didirikan untuk mempersiapkan talenta unggul di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
"Luar biasa program Prioritas unggulan Bapak Presiden ini. Dan ke depan Bapak Presiden ingin anak-anak Indonesia ini tampil dan bersaing di dunia internasional. Artinya mampu dan tidak kalah," kata Dudung dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Pihak KSP bertugas melaksanakan pengawasan serta pengendalian secara langsung di lapangan demi kesuksesan program. Dudung memberikan apresiasi tinggi atas upaya percepatan pembangunan di lokasi yang menunjukkan hasil luar biasa.
"Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden, tentunya saya dari KSP ini adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara langsung program prioritas unggulan Bapak Presiden. Salah satunya adalah sekolah rakyat," tegas Dudung.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini juga memuji kualitas infrastruktur bangunan fisik yang sedang dikerjakan. Koordinasi lintas sektor terus dipastikan berjalan lancar agar target operasional tidak meleset.
"Selain itu juga saya lihat struktur bangunan terbangun sangat baik ya. Karena memang yang membangun ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum melalui penyedia jasa,ÔÇØ ucap Kastaf Dudung Abdurachman.
Target penyelesaian total bangunan Sekolah Rakyat tersebut ditetapkan pada 20 Juni 2026. Jadwal ini disesuaikan agar gedung baru bisa langsung digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
"Ini kan ngejar target di awal Juli itu kan sudah tahun ajaran baru. Ya, mudah-mudahan lah segera tuntas," imbuh Dudung Abdurachman.
Seluruh kebutuhan operasional para siswa dipastikan akan dijamin secara menyeluruh oleh pemerintah tanpa dipungut biaya sama sekali. Fasilitas pendukung juga disiapkan secara lengkap untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.
"Kemudian sarana dan prasarananya juga lengkap, baik sarana olahraga, kemudian sarana bermain. Dan ini sekolah ini nanti gratis, kemudian baik pakaian maupun sepatu, makan termasuk snack ya," kata Dudung.