Layanan KRL rute Jakarta-Cikarang masih mengalami penyesuaian operasional dengan pembatasan perjalanan yang hanya melayani rute sampai atau berangkat dari Stasiun Bekasi pada Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Megapolitan, kebijakan ini diambil karena proses pemulihan jalur rel yang belum sepenuhnya tuntas pasca-insiden kecelakaan sebelumnya.
Pihak operator mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan bagian dari prosedur keamanan guna memastikan jalur benar-benar layak dilalui. KAI Commuter memberikan penjelasan mengenai status terkini operasional melalui akun media sosial resmi mereka.
"Pagi ini, Rabu (29/4/2026) pelayanan Commuter Line Cikarang masih dilakukan penyesuaian layanan. Perjalanannya hanya sampai atau berangkat dari Stasiun Bekasi," tulis KAI Commuter.
Guna membantu mobilitas masyarakat yang terdampak gangguan ini, pihak manajemen menyediakan armada transportasi tambahan di titik tertentu. Fasilitas ini ditujukan bagi pengguna jasa yang tetap harus menuju wilayah Bekasi meskipun perjalanan kereta terbatas.
"Untuk menuju Stasiun Bekasi, pengguna bisa menggunakan shuttle bus di Terminal Bulak Kapal, Bekasi," lanjut keterangan tersebut.
Proses perbaikan teknis saat ini masih berlangsung secara intensif oleh tim ahli di lokasi kejadian. Fokus utama petugas adalah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh komponen keselamatan infrastruktur sebelum membuka kembali rute menuju Cikarang.
"Saat ini tim di lapangan masih terus melakukan normalisasi jalur KA dan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, selalu utamakan keselamatan dan ikuti arahan dari petugas," tulis KAI Commuter.
Penyesuaian pola operasi ini berdampak pada sejumlah jadwal perjalanan KRL dari berbagai relasi yang seharusnya menuju Cikarang atau Tambun. Berikut adalah rincian perjalanan yang mengalami perubahan rute hanya sampai Stasiun Bekasi:
| Nomor Kereta (KA) | Relasi Awal | Operasional Saat Ini |
|---|---|---|
| KA 5002 | ManggaraiÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5509B |
| KA 5500A | Jakarta KotaÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5039C |
| KA 5010 | ManggaraiÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 6007 |
| KA 5014 | ManggaraiÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5049B |
| KA 5018B | Kampung BandanÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 6009 |
| KA 5020A | ManggaraiÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5517B |
| KA 5022C | AngkeÔÇôTambun | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5515B |
| KA 5504 | Jakarta KotaÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5055C |
| KA 5026 | ManggaraiÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5519C |
| KA 6002B | Kampung BandanÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 6013 |
| KA 6004C | Kampung BandanÔÇôCikarang | Sampai Bekasi, kembali sebagai KA 5065B |
Gangguan perjalanan ini berakar dari insiden fatal yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan tersebut diduga bermula ketika KRL menabrak sebuah taksi di perlintasan sebelum akhirnya bertabrakan dengan kereta jarak jauh tersebut.
Peristiwa tragis tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka yang kini sedang dirawat di beberapa rumah sakit di Bekasi. Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang yang berada di dalam KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka serius.