Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT telah merampungkan pembangunan jalan sepanjang 4 kilometer di Desa Mandeu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (24/4/2026). Akses jalan di wilayah perbatasan ini dibangun guna meningkatkan mobilitas warga.
Proyek infrastruktur ini merupakan realisasi program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2025 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Sebagaimana dilansir dari Kompas, pengerjaan fisik dilakukan oleh PT Timor Indah Permai dengan nilai kontrak mencapai Rp 17.007.916.000.
Dukungan peralatan dalam proyek di Kecamatan Raihat ini melibatkan PT Sinar Karya Mandiri yang berbasis di Kefamenanu. Keberadaan jalan baru tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh penduduk setempat yang sebelumnya harus melintasi jalur rusak parah.
Warga Desa Mandeu, Loris Lay, menyatakan apresiasinya terhadap hasil kerja BPJN NTT dan pihak pelaksana konstruksi yang telah memperbaiki kondisi akses transportasi di desa mereka.
"Kami sangat berterima kasih kepada BPJN NTT dan pihak kontraktor yang telah membangun jalan ini. Dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah mulus dan sangat membantu kami," ujar Loris Lay.
Loris menjelaskan bahwa perbaikan ini memangkas waktu tempuh menuju ibu kota kecamatan secara signifikan dari semula 20 menit menjadi hanya lima menit. Hal ini memudahkan para siswa untuk berangkat sekolah tanpa terkendala medan jalan yang berlubang.
"Sekarang anak-anak tidak lagi terlambat ke sekolah. Kami juga lebih mudah ke gereja, karena dulu kendaraan kecil sulit melintas akibat jalan berlubang besar," kata Loris Lay.
Warga lainnya, Lorens, turut memberikan tanggapan positif terkait kualitas pembangunan jalan yang dinilai memberikan dampak besar bagi sektor ekonomi masyarakat sekitar.
"Kalau bisa, pemerintah memberikan apresiasi kepada pihak balai dan kontraktor karena sudah menghadirkan jalan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Lorens.
Ia menambahkan bahwa akses jalan yang memadai kini mempermudah distribusi hasil bumi dari desa menuju pusat perdagangan di kota.
"Sekarang kalau ke pasar sudah bisa ditempuh dengan cepat setelah jalan ini dibangun dengan mulus," ujar Lorens.
Masyarakat berharap program serupa dapat diteruskan ke wilayah lain, mengingat jalur menuju Kabupaten Malaka sepanjang 20 kilometer masih dalam kondisi rusak. Peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu terjaga untuk penggunaan jangka panjang di masa mendatang.