Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah baru-baru ini meninjau kembali lokasi penanaman mangrove di Desa Sabuhur.
Kegiatan ini difokuskan pada pemantauan area seluas 5 hektare di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, yang telah mulai ditanami sejak tahun 2025 lalu.
Evaluasi Pertumbuhan Mangrove di Desa Sabuhur
Wakil Rektor ULM Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi, Dr. Yusuf Azis, menjelaskan bahwa monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program tersebut.
Proses evaluasi dilakukan dengan mengamati berbagai parameter penting, mulai dari tinggi tanaman, kekuatan batang, hingga tingkat kelangsungan hidup atau survival rate.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sebagian besar bibit mangrove yang ditanam pada Juni tahun lalu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Tanaman-tanaman tersebut dinilai mampu beradaptasi dengan baik terhadap dinamika lingkungan pesisir yang sering dipengaruhi oleh siklus pasang surut air laut.
Rincian hasil pemantauan pertumbuhan mangrove tersebut adalah sebagai berikut:
- Persentase tanaman yang hidup mencapai angka 80 hingga 90 persen dari total penanaman.
- Kondisi batang tanaman secara umum tampak kokoh meski menghadapi cuaca pesisir yang ekstrem.
- Sebagian kecil tanaman mengalami kerusakan akibat faktor alami seperti angin kencang dan hantaman ombak.
Tingkat keberhasilan yang cukup tinggi ini memberikan sinyal positif bagi upaya rehabilitasi ekosistem pesisir yang tengah digalakkan oleh pihak universitas.
Tantangan dan Keberlanjutan Program Konservasi
Meskipun mayoritas tumbuh subur, tim pemantau tetap menemukan beberapa tanaman yang mati atau mengalami patah batang di area rehabilitasi tersebut.
Kondisi ini diduga kuat terjadi karena faktor alamiah dan cuaca ekstrem di pesisir yang seringkali mengganggu pertumbuhan tanaman yang masih muda.
Dr. Yusuf Azis menegaskan bahwa kegiatan monitoring rutin adalah pilar utama dalam memastikan keberlanjutan program konservasi di Kabupaten Tanah Laut.
Data yang diperoleh dari lapangan akan menjadi landasan penting untuk menyusun strategi pengelolaan mangrove yang lebih efektif di masa mendatang.
Manfaat utama dari pelestarian ekosistem mangrove bagi lingkungan:
- Berperan sebagai pelindung alami daratan dari ancaman abrasi pantai.
- Menyediakan habitat yang aman bagi berbagai jenis biota laut untuk berkembang biak.
- Berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif dalam memitigasi dampak perubahan iklim global.
Pihak ULM terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir demi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sebagai satu-satunya universitas dengan pengelolaan lahan mangrove yang luas, ULM memegang peran strategis dalam riset dan aksi nyata pelestarian lingkungan lahan basah.