Operator Seluler Sebut Sisa Kuota Internet Bukan Pendapatan Tambahan

Operator Seluler Sebut Sisa Kuota Internet Bukan Pendapatan Tambahan
Foto: Ilustrasi Operator Seluler Sebut Sisa Kuota Internet Bukan Pendapatan Tambahan.

Petinggi perusahaan telekomunikasi memberikan kesaksian mengenai mekanisme sisa kuota internet yang tidak terpakai dalam persidangan uji materi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (4/5/2026).

Dilansir dari Money, para operator menegaskan bahwa perusahaan tidak memanen keuntungan materi dari volume data yang hangus setelah masa berlaku berakhir karena layanan tersebut merupakan bentuk penyediaan akses jaringan pada periode tertentu.

Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart, Sukaca Purwokardjono memberikan penegasan bahwa tidak ada aliran dana tambahan yang masuk ke kantong perusahaan saat pelanggan menyisakan kuota internet mereka.

"XL Smart tidak memperoleh pendapatan tambahan karena tidak terpakainya jumlah volume kuota oleh pelanggan setelah masa berlaku berakhir," ujar Sukaca, Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart.

Pihak penyedia layanan mengklaim telah memberikan transparansi penuh kepada pengguna mengenai durasi pemakaian dan jumlah kapasitas data yang tersedia sejak awal pembelian produk dilakukan.

"Di dalam setiap produk kita selalu mencantumkan informasi besaran kuota dan juga masa berlaku. Bahkan, pada saat paket itu masuk akan ada notifikasi yang memberitahukan paketnya berapa besar dan juga masa berlakunya kapan," jelas Sukaca, Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart.

Menurut Sukaca, status kuota yang tidak terpakai hanya memiliki dua kemungkinan nasib bagi konsumen, yakni telah habis digunakan atau memang sudah melewati batas waktu yang ditentukan tanpa dialihkan ke pihak lain.

"Jawabannya sebenarnya hanya ada dua ketika kuota hangus. Pertama memang sudah habis dikonsumsi oleh konsumen atau yang kedua memang masa berlakunya sudah habis. Bahwa kuota yang menjadi sisa tadi adalah hak aksesnya sudah habis dan tidak berpindah ke pihak mana pun," jelas Sukaca, Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart.

Ia menambahkan bahwa karakteristik layanan telekomunikasi sangat terikat pada dimensi waktu dan lokasi karena menyangkut pemanfaatan kapasitas infrastruktur secara bersama-sama oleh banyak pengguna.

"Sedangkan layanan telekomunikasi merupakan pemanfaatan kapasitas jaringan bersama yang sangat dipengaruhi oleh waktu, lokasi, dan perilaku penggunaan secara simultan," jelas Sukaca, Chief Marketing Officer Smartfren XL Smart.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Telkomsel turut mengkritisi penggunaan terminologi kuota hangus yang selama ini berkembang di masyarakat karena dinilai kurang tepat secara teknis.

"Yang diberikan kepada pelanggan adalah hak akses terhadap kapasitas jaringan untuk volume dan periode tertentu. Dengan demikian, istilah 'kuota hangus' tidak tepat," ujar Adhi Putranto, Vice President Simpati Product Marketing Telkomsel.

Adhi memberikan klarifikasi untuk menepis anggapan publik bahwa sisa data yang menguap tersebut secara otomatis berubah menjadi keuntungan finansial bagi pihak operator seluler.

"Operator seluler tidak memperoleh keuntungan tambahan dari sisa volume atau data yang tidak digunakan oleh pelanggan dalam jangka waktu tertentu yang telah dipilih oleh pelanggan," jelas Adhi Putranto, Vice President Simpati Product Marketing Telkomsel.

Artikel terkait

Rekomendasi