Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA bersiap memberikan pembaruan penting mengenai misi Artemis III. Dilansir dari Media Indonesia, agensi ini akan mengumumkan nama-nama astronaut yang ditugaskan dalam penerbangan uji coba menuju Bulan tersebut.
Acara pengumuman resmi dijadwalkan berlangsung secara langsung pada Selasa malam, 9 Juni jam 22.00 WIB. Agenda ini bertempat di Johnson Space Center milik NASA yang berlokasi di Houston.
Masyarakat dapat menyaksikan momen penting ini secara langsung melalui aplikasi NASA+ maupun kanal YouTube resmi milik agensi. Selain itu, siaran juga disediakan di berbagai platform media sosial lainnya.
Komposisi kru untuk misi Artemis III dipastikan akan diisi oleh wajah-wajah baru untuk memimpin upaya penerbangan lintas Bulan berikutnya. Komposisi kru sebelumnya dinilai kecil kemungkinan untuk kembali terpilih mengingat jarak waktu antarmisi yang sangat singkat, yaitu hampir satu tahun saja.
Meskipun mengulang komposisi kru pernah beberapa kali terjadi pada era Apollo, hal tersebut bukanlah tradisi mutlak di NASA. Langkah ini diambil setelah kru misi Artemis II menyelesaikan perjalanan selama 10 hari menuju Bulan dan kembali ke Bumi pada April lalu, yang berjarak hampir 54 tahun sejak misi Apollo terakhir.
Dalam misi Artemis III yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027, empat astronaut akan diluncurkan dari Kennedy Space Center NASA di Florida. Proses peluncuran menggunakan Orion, pesawat luar angkasa yang dibawa oleh sistem peluncuran paling kuat milik agensi saat ini, yaitu roket SLS (Space Launch System).
Target Misi dan Fondasi Menuju Mars
Misi Artemis III dirancang untuk menguji kemampuan manuver pertemuan (rendezvous) serta proses penambatan (docking) yang penting antara Orion dan sistem pendaratan manusia komersial. Teknologi ini sangat dibutuhkan untuk mengantarkan astronaut ke permukaan Bulan di masa depan.
Pesawat luar angkasa Orion dirancang dengan kapasitas yang mampu menampung kru hingga 21 hari di luar angkasa. Keunggulan Orion didukung oleh 33 mesin yang berfungsi memberikan propulsi untuk melakukan injeksi orbit Bulan sekaligus mengembalikannya ke Bumi.
Seluruh rangkaian misi Artemis ini ditargetkan menjadi fondasi utama sekaligus batu loncatan yang mempersiapkan umat manusia menuju misi berawak pertama ke planet Mars. Para astronaut dalam misi ini juga mengemban tugas mempersiapkan pangkalan masa depan di Bulan, yang kelak diproyeksikan menjadi titik persimpangan antarplanet untuk perjalanan ruang angkasa yang lebih jauh.