Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan dukungannya untuk mengembalikan status Pluto sebagai planet dalam rapat dengar pendapat dengan Komite Senat Amerika Serikat pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini bertujuan meninjau kembali keputusan Uni Astronomi Internasional (IAU) yang mendegradasi Pluto pada 2006 lalu.
Diskusi mengenai status benda langit tersebut mencuat saat Senator Jerry Moran melontarkan pertanyaan mengenai posisi Pluto di akhir pertemuan anggaran NASA untuk tahun 2027. Aspirasi ini mencerminkan keinginan sebagian masyarakat dan ilmuwan yang tetap menganggap Pluto memiliki karakteristik planet penuh.
"Senator, saya sangat mendukung gagasan 'jadikan Pluto sebagai planet lagi," jawab Isaacman, seperti dikutip dari Space.com melalui laporan Detik iNET.
Penegasan mengenai langkah formal NASA dalam memfasilitasi perdebatan ilmiah ini disampaikan Isaacman untuk memberikan penghormatan bagi penemu Pluto. Pihaknya sedang menyusun argumen teknis yang akan dipresentasikan kepada para ahli astronomi dunia.
"Dan saya ingin mengatakan, kami sedang menyiapkan beberapa makalah saat ini, tentang posisi yang ingin kami angkat lewat komunitas ilmiah untuk meninjau kembali diskusi ini dan memastikan Clyde Tombaugh mendapatkan pengakuan yang pernah ia terima dan pantas untuk ia terima lagi," sambungnya.
Pluto merupakan satu-satunya planet yang ditemukan oleh warga Amerika Serikat, yakni Clyde Tombaugh pada tahun 1930 di Observatorium Lowell, Arizona. Namun, IAU mencabut gelar tersebut karena Pluto dianggap tidak memenuhi kriteria pembersihan orbit dari puing-puing di wilayah Sabuk Kuiper.
Definisi planet menurut IAU mencakup tiga syarat utama, yakni mengorbit Matahari, memiliki massa yang cukup untuk berbentuk bulat, dan memiliki lingkungan orbit yang bersih. Kritik muncul karena planet besar seperti Bumi dan Jupiter juga memiliki banyak asteroid di jalur orbitnya, namun tetap diklasifikasikan sebagai planet.
Meski NASA melalui Isaacman berupaya mengangkat kembali diskusi ini, wewenang penuh untuk menetapkan definisi dan nama resmi objek antariksa tetap berada di tangan IAU. Keputusan akhir mengenai kembalinya status Pluto akan bergantung pada konsensus komunitas ilmiah internasional di masa mendatang.