Muhammadiyah melakukan transformasi besar dalam sistem penanggalan Islam dengan mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Langkah ini diambil sebagai basis utama dalam menetapkan hari-hari besar Islam, termasuk Iduladha, melalui perhitungan astronomis atau hisab yang bersifat lintas batas negara.
Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, transformasi ini menjadi upaya nyata untuk menjawab tantangan umat Islam global terkait seringnya terjadi perbedaan awal bulan Hijriah. Melalui sistem KHGT, Muhammadiyah tidak lagi bertumpu pada posisi hilal di satu wilayah lokal saja, melainkan menggunakan parameter yang berlaku secara internasional.
Sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ini mengusung prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Penerapan sistem tersebut merupakan hasil dari keputusan Kongres Internasional Unifikasi Kalender Hijriah yang diselenggarakan di Istanbul pada tahun 2016.
Sistem ini memiliki perbedaan mendasar dengan metode Wujudul Hilal yang sebelumnya digunakan oleh Muhammadiyah. Jika metode Wujudul Hilal berfokus pada posisi hilal di atas ufuk khusus wilayah Indonesia, maka KHGT memakai kriteria yang lebih luas demi mencapai keseragaman tanggal secara global.
Dalam menentukan jatuhnya Iduladha maupun bulan-bulan Hijriah lainnya, sistem KHGT menetapkan dua parameter utama yang wajib terpenuhi secara astronomis.
Pertama, Syarat Imkanu Rukyat yang mewajibkan hilal memiliki ketinggian minimal 5 derajat dengan jarak elongasi minimal 8 derajat di belahan bumi mana pun sebelum pukul 12.00 GMT. Kedua, Kesatuan Matlak yang mengonfirmasi bahwa jika kriteria tersebut sudah terpenuhi di satu titik bumi, maka seluruh dunia dianggap memasuki bulan baru pada hari yang sama.
Penerapan KHGT ini memiliki tujuan mendasar untuk mengakhiri utang peradaban Islam terkait ketidakpastian sistem penanggalan. Melalui metode ini, umat Islam diharapkan memiliki kalender yang mapan dan pasti layaknya kalender Masehi.
Alasan Strategis Peralihan Metode Hisab
Terdapat beberapa faktor krusial yang mendasari keputusan Muhammadiyah untuk beralih menggunakan metode hisab global ini dalam menentukan Iduladha.
Faktor pertama adalah kepastian waktu ibadah, di mana hitungan KHGT mampu memprediksi tanggal Iduladha hingga puluhan tahun ke depan. Kepastian ini mempermudah masyarakat dalam merencanakan anggaran serta pembelian hewan kurban secara lebih terstruktur.
Faktor kedua berakar pada visi unifikasi kalender Islam dunia, mengingat ibadah haji dan Iduladha memiliki dimensi global yang kental. Muhammadiyah berharap tidak ada lagi perbedaan mencolok antara pelaksanaan wukuf di Arafah dengan perayaan Iduladha di berbagai belahan dunia.
Faktor ketiga menyangkut kemajuan sains dan teknologi, di mana hisab astronomis dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap ilmu pengetahuan modern. Teknologi masa kini telah mampu memprediksi posisi benda-benda langit dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Perbandingan KHGT dengan Kriteria MABIMS
Sistem penanggalan ini memicu perbedaan teknis dengan kriteria yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama. Saat ini, pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menetapkan syarat tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat secara lokal atau regional.
Perbedaan parameter geografis dan angka inilah yang terkadang memicu perbedaan hari raya di Indonesia, meskipun kedua belah pihak sama-sama bersandar pada dasar ilmiah yang kuat. Melalui KHGT, penetapan Iduladha diarahkan menjadi lebih dapat diprediksi, ilmiah, serta selaras dengan semangat kesatuan global umat Islam secara internasional.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apakah KHGT hanya digunakan untuk Iduladha?
Tidak. KHGT digunakan untuk menentukan seluruh awal bulan dalam kalender Hijriah, termasuk Ramadan dan Idulfitri.
Mengapa Muhammadiyah meninggalkan metode Wujudul Hilal?
Muhammadiyah tidak meninggalkan hisab, namun meng-upgrade skalanya dari lokal (Wujudul Hilal) menjadi global (KHGT) untuk mendukung terciptanya kalender Islam internasional yang tunggal.
Bagaimana jika hasil KHGT berbeda dengan Arab Saudi?
KHGT dirancang untuk mencakup seluruh bumi. Jika kriteria global terpenuhi, maka tanggal tersebut berlaku secara internasional, meskipun pengamatan visual di satu negara mungkin berbeda karena faktor cuaca atau geografis.