Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menginstruksikan seluruh elemen Persyarikatan untuk melakukan efisiensi anggaran dan menerapkan budaya hidup hemat guna menyikapi kondisi perekonomian nasional serta global saat ini pada Rabu (6/5/2026).
Langkah strategis ini secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5/EDR/I.0/B/2026 yang dilansir dari Detikcom. Kebijakan tersebut mencakup enam poin penekanan untuk menjaga stabilitas organisasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Situasi perekonomian nasional dan global saat ini perlu disikapi dengan kebijaksanaan bersama, dengan ini kami mengimbau kepada seluruh elemen Persyarikatan untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran, melaksanakan kegiatan, dan menjalani kehidupan," bunyi edaran tersebut seperti dilihat, Rabu (6/5/2026).
Pihak organisasi menekankan pentingnya skala prioritas dengan menghindari pengeluaran yang tidak mendesak serta meminimalkan kegiatan bersifat seremonial. Muhammadiyah menyarankan agar pertemuan regional yang membutuhkan biaya tinggi dialihkan menjadi rapat koordinasi daring.
Instruksi ini juga mencakup pembatasan kunjungan ke luar negeri yang tidak bersifat prioritas. Selain itu, penggunaan sumber daya di lingkungan kantor seperti air dan listrik diminta untuk lebih hemat, termasuk opsi penggunaan panel surya sebagai alternatif energi.
Implementasi nilai-nilai organisasi juga menjadi bagian dari upaya penghematan ini sebagai fondasi perilaku warga Persyarikatan dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer.
"Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghematan, memperkuat kemandirian, serta menjaga stabilitas dan kelangsungan Persyarikatan Muhammadiyah," tegas edaran itu.