Muhammad Hidayattollah Suarakan Kerusakan Jalan dan Isu Strategis Kalsel di DPD RI

Muhammad Hidayattollah Suarakan Kerusakan Jalan dan Isu Strategis Kalsel di DPD RI
Foto: Ilustrasi Muhammad Hidayattollah Suarakan Kerusakan Jalan dan Isu Strategis Kalsel di DPD RI.

Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Hidayattollah, membawa suara kritis masyarakat Banua ke tingkat nasional. Dikutip dari Media Indonesia, senator muda yang akrab disapa Dayat El ini menyoroti berbagai persoalan krusial di daerahnya.

Dalam Sidang Paripurna DPD RI ke-10 Masa Sidang V, Dayat El menyampaikan laporan hasil penyerapan aspirasi masyarakat Sub Wilayah Timur I. Lingkup tugas tersebut mencakup Komite I, Komite III, dan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD).

Pada lingkup Komite I, persoalan yang mencuat meliputi penataan ruang, lemahnya pengawasan alih fungsi lahan, konflik kawasan hutan, serta penurunan Dana Desa. Warga juga mengharapkan penguatan pembangunan desa dan kawasan tertinggal.

Selain itu, masyarakat memberikan perhatian pada kepastian desain Pemilu 2029, profesionalitas penyelenggara pemilu, netralitas ASN, hingga perlindungan kesejahteraan PPPK dan ASN daerah.

Aspirasi di bidang Komite III terfokus pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dan perlindungan aset budaya daerah. Masalah pekerja migran seperti maraknya rekrutmen ilegal, kerumitan birokrasi, dan minimnya informasi resmi turut menjadi sorotan.

Sementara pada lingkup BULD, masyarakat mendorong harmonisasi regulasi pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah serta pemerataan tenaga pendidik. Efektivitas penggunaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBD juga didorong agar tepat sasaran.

Dayat El memaparkan sejumlah isu strategis Kalsel yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat dan pimpinan DPD RI. Isu tersebut meliputi percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar untuk penanggulangan banjir.

Selanjutnya, pembangunan Bendungan Batang Alai di Hulu Sungai Tengah guna mendukung sektor pertanian, serta perbaikan jalan nasional yang kerap dikeluhkan warga.

Perlindungan Hutan Meratus juga ditegaskan kembali melalui semangat #SaveMeratus. Menurut Dayat El, kawasan tersebut merupakan jantung alam Kalimantan Selatan yang harus dijaga demi keberlangsungan lingkungan hidup di Banua.

Isu penting lainnya adalah percepatan tindak lanjut pemekaran Kabupaten Tanah Kambatang Lima dan Gambut Raya yang menjadi harapan besar masyarakat setempat.

ÔÇ£Aspirasi masyarakat jangan hanya didengar, tetapi juga harus diperjuangkan dan diwujudkan melalui langkah nyata demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan daerah,ÔÇØ ujar Dayat El dalam sidang paripurna DPD RI.

Melalui langkah tersebut, Dayat El berharap berbagai persoalan di Kalimantan Selatan dapat segera mendapatkan solusi nyata dari pemerintah pusat serta stakeholder terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi