PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membidik perolehan dana segar senilai Rp1,19 triliun melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) VII atau rights issue sebanyak 24 miliar saham. Manajemen perusahaan menjadwalkan pernyataan efektif dari OJK pada 4 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Investortrust.
Aksi korporasi emiten yang dikendalikan oleh Lippo Group ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham. Nilai eksekusi tersebut berada di atas harga penutupan terakhir saham perusahaan berkode MPPA ini yang berada di level Rp47 per saham.
Terkait jadwal pelaksanaan, manajemen menetapkan cum rights issue pada 12 Juni 2026. Sementara itu, periode perdagangan bagi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) tersebut ditargetkan berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Langkah penambahan modal ini juga didukung penuh oleh PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham pengendali yang dipastikan bakal mengeksekusi haknya. Perusahaan pengendali tersebut juga berkomitmen bertindak sebagai pembeli siaga apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain.
Rencana alokasi dana hasil rights issue akan difokuskan untuk membiayai belanja modal (capex) perseroan sebesar 65,35 persen. Dari porsi belanja modal tersebut, sebanyak 45,06 persen dialokasikan bagi pembelian properti bangunan di Mall City of Tomorrow, Kota Surabaya, dari pihak afiliasi PT Citra Cito Perkasa (CCP).
Selanjutnya, dana capex digunakan untuk membeli tanah seluas 6.704 meter persegi dan bangunan 15.848 meter persegi di Kabupaten Gresik dari PT Panca Megah Utama (PMU). Perseroan juga membeli lahan 8.001 meter persegi serta bangunan 26.657 meter persegi di Tanah Sareal, Kota Bogor, dari PT Surya Asri Lestari (SAL).
Aset lain yang dibeli mencakup tanah 1.658 meter persegi dan bangunan 5.382 meter persegi di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, dari PT Nusa Malioboro Indah (NMI). MPPA pun mengakuisisi lahan 38.169 meter persegi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Kabupaten Tangerang, dari PT Balaraja Sentosa (BS).
Ekspansi properti ini dilengkapi pembelian tanah 2.056 meter persegi dan bangunan 1.659 meter persegi di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, dari SAL. Sisa dana rights issue akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk memperkuat pertumbuhan usaha inti dan meningkatkan kualitas persediaan barang dagangan dari pemasok.