Moratelindo dan MyRepublic Resmi Merger Menjadi MoraRepublic

Moratelindo dan MyRepublic Resmi Merger Menjadi MoraRepublic
Foto: Ilustrasi Moratelindo dan MyRepublic Resmi Merger Menjadi MoraRepublic.

PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic resmi beroperasi sebagai entitas baru hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik pada Sabtu (25/4/2026). Perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan fiber to the home (FTTH) ini bertujuan mempercepat pemerataan ekosistem digital di Indonesia.

Langkah strategis tersebut diambil guna memperkokoh fondasi layanan internet nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan konektivitas. Dilansir dari Detik iNET, integrasi dua perusahaan besar ini mulai efektif secara manajerial dengan susunan direksi serta dewan komisaris baru sejak 22 April 2026.

Direktur Utama MoraRepublic Timotius M. Sulaiman menjelaskan bahwa penggabungan ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan perluasan jangkauan jaringan. Perusahaan berkomitmen memperkuat kapasitas infrastruktur secara terintegrasi untuk mendukung transformasi digital masyarakat luas.

"Dengan resminya MoraRepublic, kami membawa visi yang lebih besar untuk menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan sekadar penggabungan perusahaan, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia," ujar Timotius M. Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic.

Pihak manajemen menargetkan ekspansi jaringan yang lebih masif guna memastikan akses digital yang inklusif. Penyatuan kapabilitas teknis dari kedua entitas diyakini mampu menghadirkan layanan yang lebih andal bagi seluruh segmen pelanggan.

"Dengan jaringan dan kapabilitas yang semakin kuat, kami siap menghadirkan layanan yang lebih andal, memperluas cakupan, serta memastikan setiap langkah ekspansi turut mendorong pemerataan akses digital di Indonesia," lanjut Timotius M. Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic.

Selain memperbesar skala operasional, penggabungan ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing perusahaan di industri telekomunikasi. Perusahaan kini memiliki struktur yang lebih siap dalam menghadapi tantangan kebutuhan data di masa mendatang.

"Ini bukan hanya tentang menjadi lebih besar, tetapi menjadi lebih relevan dan lebih siap menjawab kebutuhan masa depan. Kami ingin memastikan bahwa MoraRepublic mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Timotius M. Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic.

Timotius juga menyoroti pentingnya aspek inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan industri. Kolaborasi antar lini bisnis menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang kuat.

"Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, kami percaya bahwa kolaborasi dan inovasi menjadi kunci. Bersama, kami ingin mendorong pertumbuhan digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan," imbuh Timotius M. Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic.

Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) L. Krisnan Cahya menyatakan bahwa pembentukan MoraRepublic merupakan wujud nyata komitmen Sinar Mas dalam mendukung digitalisasi nasional. Ia memproyeksikan kebutuhan konektivitas akan terus meningkat secara signifikan.

"MoraRepublic adalah langkah penting kami untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia. Kami melihat kebutuhan konektivitas akan terus tumbuh, dan MoraRepublic diposisikan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ke depan, fokus kami adalah memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ungkap L. Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Komisaris Utama Independen PT Ekamas Mora Republik Tbk Arsjad Rasjid memberikan penekanan khusus pada aspek tata kelola perusahaan. Ia memastikan dewan komisaris akan mengawasi jalannya perusahaan dengan prinsip akuntabilitas yang ketat.

"Penggabungan ini adalah respons nyata terhadap kebutuhan konektivitas Indonesia yang terus berkembang. Dewan Komisaris berkomitmen untuk memastikan MoraRepublic dikelola dengan disiplin dan akuntabilitas tinggi, sehingga mampu menghadirkan dampak yang terukur bagi industri dan masyarakat," jelas Arsjad Rasjid, Komisaris Utama Independen PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Sebelum melakukan merger, kedua entitas ini memiliki rekam jejak yang kuat di sektor masing-masing. Moratelindo tercatat memiliki lebih dari 57 ribu km kabel serat optik dan enam data center, sementara MyRepublic melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan jaringan serat optik sepanjang 58 ribu km per September 2025.

Data Infrastruktur Pra-Merger (September 2025)
EntitasPanjang Kabel OptikHomepassPelanggan Ritel
Moratelindo57.000+ km1.000.000296.000+
MyRepublic58.000+ km8.700.0001.520.000+

Meskipun secara hukum telah resmi bergabung, pelanggan dari layanan eksisting tetap dapat menggunakan layanan mereka tanpa gangguan. Brand Moratelindo, MyRepublic, dan Oxygen.id akan tetap beroperasi di bawah naungan struktur manajemen MoraRepublic yang baru.

Artikel terkait

Rekomendasi